Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi dan Bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2018

Refleksi Kondisi Bisnis Akhir Tahun 2018

"Budgets are tight, governments around the world are looking to add new regulations, public trust in business is low, and employees are tempted to cut corners."
Itu adalah kutipan yang saya baca di sebuah halaman advertorial di Jurnal ISACA volume 5 tahun 2018. Entah tulisan itu menggambarkan sesuatu yang sedang terjadi, atau hanya manggambarkan sesuatu yang dirasakan oleh pembuat tulisan terkait dengan kondisi kehidupannya pada akhir-akhir ini. Atau, penulis kutipan tersebut hanya menakut-nakuti agar pembaca ikut kuatir, lalu mengikuti program yang ditawarkan. Namanya juga iklan.

Jika menilik dari kutipan tersebut, ada beberapa pihak yang terkait. Pertama adalah sisi kondisi keuangan, lalu pemerintah, masyarakat umum, dan para pegawai. Hal ini menempatkan kita berada pada posisi pemilik sebuah bisnis, di mana bisnis ini menghadapi tantangan baik dari sisi regulasi, maupun dari sisi internal di dalam bisnis kita.

Kalau saya menilik kondisi bisnis dari waktu ke waktu, saya pikir masalah yang diungkap dalam kutipan tersebut sudah terjadi sejak awal peradaban. Anggaran tidak selalu berwujud uang, dan bisa disamakan dengan sumber daya yang dimiliki. Pemerintah bisa disamakan dengan pihak yang kuat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur kita, kepercayaan publik bisa digambarkan sebagai orang lain yang berada di luar bisnis kita, sedangkan pegawai bisa digambarkan sebagai 'pasukan internal' yang menyokong pelaksanaan aktivitas kita. Yang membedakan dari masa ke masa hanya pada pelaku yang berbeda dan sumber daya yang berbeda dengan aturan main dan istilah yang tidak sama dengan generasi sebelumnya. Namun, semua itu merujuk kepada entitas, yaitu orang sebagai pelaku dalam lingkungan bisnis.

Ketika kata pertama yang diungkapkab adalah kata 'budget', sudah terlihat bahwa pembuat kutipan ingin mengarahkan bisnis berjalan sesuai dengan anggaran yang ada. Anggarannya sekian, dan akhirnya harus dipilah-pilah untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Hal ini malah menjadikan bahwa anggaran akan menghasilkan produk berupa daftar belanja (shopping list). Padahal, dalam kaitan dengan kinerja, sebaiknya entitas bisnis harus membuat indikator yang ingin dicapai terlebih dahulu, lalu membahas aturan main, dan menyusun daftar sumber daya (manusia maupun peralatan), lalu anggaran berada pada hal yang terakhir dibahas.

Dengan membuat target indikator, maka akan muncul sebuah paradigma agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai, sehingga memotivasi untuk dapat lebih kreatif dalam mencari cara menemukan sumber daya yang cukup untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk di antaranya adalah anggaran untuk mencapai suatu keinginan. Cara yang dimaksud juga termasuk meyakinkan pemerintah untuk mau menyusun dan melaksanakan regulasi yang mampu untuk memuluskan jalan kita mencapai keinginan yang dimaksud.

Faktanya, dalam skala pengukuran yang lebih besar, keinginan tidak akan pernah bisa terpenuhi, karena jumlah solusi yang tersedia bersifat terbatas, sedangkan keinginan tidak bertepi. Untuk mempertemukan hal itu, maka perlu disusun indikator kebutuhan (bukan keinginan). Karena kebutuhan memiliki batasan, lalu dikalibrasi dengan berbagai macam kemungkinan terhadap solusi yang tersedia.

Sabtu, 02 September 2017

Tanggung Jawab Memegang Uang Tunai

Periode antara akhir suatu bulan dan awal bulan berikutnya adalah waktu di mana kebanyakan pekerja memperoleh upah atau gaji. Banyak yang memperoleh gaji melalui transfer, dan banyak pula yang mendapatkan upahnya melalui pembayaran tunai.

Uang kertas yang ada saat ini memiliki nilai intrinsik lebih besar dari nilai yang tertera pada nominalnya, karena biaya cetaknya lebih tinggi. Uang itu didesain untuk dapat berpindah tangan sebanyak ribuan sampai jutaan kali sebelum akhirnya rusak. Setiap perpindahan uang dari satu pihak ke pihak lain merupakan sebuah mekanisme perputaran ekonomi.

Agar perputaran ekonomi terjadi, maka sebaiknya ketika seseorang memperoleh uang tunai, segera mengalihkan ke bentuk lain, misalnya belanja, menabung di bank, atau diinvestasikan, agar uang tunai itu dapat segera berpindah untuk memberikan manfaat bagi perekonomian.

Jika ada yang mengeluh karena baru gajian uang langsung habis, selalu ingat bahwa gaji Anda yang habis itu telah berputar lagi agar orang di tempat lain dapat gajian.

Jumat, 23 Mei 2014

Mencairkan Western Union Secara Online

Sistem pengiriman dengan Western Union menawarkan penerimaan dana secara instan dari berbagai belahan dunia. Dalam beberapa kali kesempatan, saya kadang menerima kiriman uang dari rekan di luar negeri melalui Western Union ini. Biasanya saya ke Kantor Pos atau ke gerai Indomaret untuk menerima uang kiriman dari Western Union ini.

cimb01

Bank CIMB Niaga memiliki fitur terima wesel di CIMB Clicks, atau sistem internet banking yang mereka miliki. Akhir tahun lalu saya mencoba menerima wesel uang melalui sistem ini namun selalu gagal. Hari ini saya mencoba iseng, ternyata sistem ini sudah berhasil digunakan untuk menerima kiriman Western Union. Syarat yang diminta adalah nama pemilik rekening harus sama dengan dana penerima di kiriman wesel melalui Western Union. Kiriman dalam mata uang asing akan langsung dikonversikan ke rupiah.

Tentu saja sistem ini tidak bisa menggantikan senyum manis mbak-mbak kasir Indomaret, teller bank, maupun petugas kantor pos…

Rabu, 11 Desember 2013

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Berbasis Akrual

Ketika kita berbicara mengenai akuntansi, kita bisa belajar mengenai basis dari akuntansi. Di dalam pengelolaan keuangan di Pemerintah, sering disebut istilah mengenai akuntansi berbasis akrual. Sebenarnya, apa itu akuntansi berbasis akrual? Namun sebelum itu, mungkin baiknya kita mempelajari mengenai basis akuntansi.

Akuntansi Berbasis Kas

Dengan akuntansi berbasis kas, kita membukukan semua transaksi saat kas benar-benar berpindah tangan, berarti saat pembayaran tunai diterima atau dibayar. Penerimaan kas atau pembayaran bisa dalam bentuk uang tunai, cek, kartu kredit, transfer, atau cara lain. Akuntansi berbasis kas bagus digunakan untuk transaksi sederhana secara tunai, yang tidak melibatkan pembayaran dengan sistem jatuh tempo (kredit). Ketika kita melakukan penjualan atau pembelian secara kredit, basis kas tidak secara akurat mencerminkan hasil dari operasi. Basis kas tidak menyediakan sistem untuk mengelola tagihan yang belum dibayar atau untuk melacak piutang dari pelanggan.

Akuntansi Berbasis Akrual

Dengan akuntansi berbasis akrual, kita membukukan semua transaksi ketika transaksi tersebut terjadi, bahkan jika tidak ada uang tunai berpindah tangan. Akuntansi berbasis akrual bagus untuk mencocokkan antara pendapatan dan belanja, namun tidak bagus bagi pencatatan kas. Hal itu karena kita mencatat pendapatan pada saat transaksi terjadi dan bukan ketika kita menerima uang tunai, sehingga laporan surplus defisit akan terlihat besar meskipun kita tidak memiliki uang tunai di bank. Akuntansi berbasis akrual memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai surplus atau defisit karena mencakup semua pendapatan dan belanja, baik yang sudah dibayar atau belum dibayar.

Misalnya, di lingkungan Pemerintahan Daerah, ada potensi penerimaan mengenai retribusi tertentu yang langsung dibukukan sebagai pendapatan di kolom kredit dan piutang di kolom debet, namun jika wajib pajak lambat membayar, maka di dalam laporan keuangan akan berakhir dengan pendapatan yang besar, namun uang tunai di kas sedikit.

Akuntansi Berbasis Kas Menuju Akrual

Di dalam lingkungan pemerintahan, dikenal pula sebutan akuntansi berbasis kas menuju akrual (cash toward accrual), yang merupakan kombinasi dari akuntansi berbasis kas dan akuntansi berbasis akrual. Akuntansi berbasis kas digunakan dalam pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan, sedangkan akuntansi berbasis akrual digunakan untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dana.

Referensi:
http://www.dummies.com/how-to/content/deciding-between-cashbasis-and-accrual-accounting.html

Rabu, 24 April 2013

Tesis Analisis Perlindungan Aset Tidak Berwujud pada PerusahaanRintisan di Bidang Teknologi Informasi di Indonesia

Saya menulis tesis tentang perlindungan asset tidak berwujud pada perusahaan rintisan (start-up) di bidang teknologi informasi di Indonesia. Tesis ini dibuat sebagai syarat saya menyelesaikan kuliah di Program Magister Ekonomika Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Adapun dosen pembimbing saya adalah Dr. I Wayan Nuka Lantara, M.Si. yang dengan sangat sabar membantu saya sampai selesai. Dengan lulusnya ujian tesis saya ini, maka saya berhak menyandang gelar pascasarjana M.Ec.Dev. per 25 April 2013 besok. Namun, karena saya paling senang dengan open source, sama halnya dengan skripsi S1 saya, maka dengan senang hati saya mengupload tesis saya ini untuk dapat digunakan sebagai referensi awal penelitian lain mengenai asset tidak berwujud di Indonesia.

Aset tidak berwujud dibagi menjadi aset tidak berwujud yang bisa diidentifikasi dan aset tidak berwujud yang tidak bisa diidentifikasi. Beberapa aset tidak berwujud yang bisa diidentifikasi di antaranya adalah: merek dagang, penemuan atau rahasia dagang, dan hak cipta, sedangkan beberapa aset tidak berwujud yang tidak bisa diidentifikasi adalah itikad baik dan aset manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan terhadap kepemilikan aset tidak berwujud pada perusahaan rintisan di bidang teknologi informasi di Indonesia.

Penelitian dilakukan terbatas pada pengelolaan merek dagang, paten dan rahasia dagang, hak cipta, itikad baik, dan modal manusia. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlindungan aset tidak berwujud pada perusahaan-perusahaan rintisan di bidang teknologi informasi yang menjadi responden penelitian sudah dilakukan, namun belum dilaksanakan sepenuhnya, karena masih ada beberapa faktor yang dianggap penting namun belum dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Pengelola perusahaan hendaknya mengoptimalkan perlindungan aset tidak berwujud yang dimiliki, karena aset tidak berwujud merupakan aset penting dalam perusahaan berbasis teknologi informasi. Pemerintah juga perlu memberikan sosialisasi yang cukup mengenai hak atas kekayaan intelektual kepada perusahaan-perusahaan rintisan di bidang teknologi informasi yang baru didirikan. Selain itu, proses pendaftaran hak atas kekayaan intelektual harus semakin dipermudah dan dapat dilakukan dengan biaya yang terjangkau.

Download tesis saya di sini:

Kamis, 28 Juni 2012

Transfer Online Antar Bank di Internet Banking Mandiri

Beberapa waktu ini saya agak dikejutkan dengan tambahan menu di Internet Banking Mandiri. Saya coba-coba menunya, ternyata menu ini semacam fitur transfer realtime antar bank melalui ATM Bersama. Fitur sejenis saya temukan juga di CIMB Clicks milik Bank CIMB Niaga, namun di CIMB Niaga mengakomodir juga bank di jaringan ATM Prima (misalnya BCA).



Fitur ini menurut saya cukup menyenangkan, karena saya bisa melakukan transfer seketika ke rekening di bank lain, tanpa perlu keluar rumah mencari mesin ATM. Semoga jaringan bank yang bisa menerima transfer online bisa diperbanyak sehingga pilihan transfernya lebih banyak dan mempermudah nasabah.

Rabu, 30 Mei 2012

Pembuatan Aplikasi Software Sistem Informasi Perusahaan

Dalam integrasi suatu perusahaan, ada beberapa proses penting yang saling terkait yang harus dikelola, mulai dari: pemasaran, administrasi proyek, pengelolaan pegawai, produksi, akuntansi dan keuangan, dan pelaporan pajak. Dalam bayangan saya, perusahaan harus memiliki aplikasi database yang memadahi untuk dapat mengelola semua hal tersebut. Meskipun tiap proses dapat dikelola secara terpisah, namun akan ada bagian-bagian yang saling terkait.

Misalnya pemasaran akan terkait dengan proses deal proyek yang menghasilkan produksi, pengelolaan pegawai akan terkait dengan penggajian, pajak dan keuangan. Lalu, bagaimana vendor Teknologi Informasi bisa membuat hal itu? Apakah harus membuat Aplikasi Sistem Informasi Pemasaran, Sistem Informasi Manajemen Proyek, Sistem Informasi Kepegawaian, Sistem Informasi Akuntansi Keuangan? Bisa ya dan bisa tidak.

Hal itu tergantung dari perusahaan, inginnya perusahaan mengikuti SOP aplikasi software yang sudah jadi, atau membuat aplikasi sendiri sesuai dengan SOP. Bagi perusahaan yang kecil dan baru, akan mudah untuk mengikuti SOP sesuai dengan software yang terbukti sudah berjalan di perusahaan lain. Dengan cara ini, perusahaan tidak akan pusing untuk membuat software baru, namun akan pusing menyesuaikan SOP sesuai dengan jalannya software.

Namun bagi perusahaan yang mapan dan besar, akan lebih baik jika menyewa vendor IT untuk membuatkan aplikasi sesuai dengan SOP yang ada di perusahaan itu, yang biasanya akan membutuhkan tenaga dan biaya lebih, karena software itu spesifik hanya digunakan oleh perusahaan yang membuatnya.

Bagaimana dengan perusahaan Anda, SOP mengikuti aplikasi ataukah aplikasi mengikuti SOP?

Rabu, 26 Januari 2011

PT Abadi Jaya: Nama Perusahaan di Indonesia

Memilih nama perusahaan tentunya bukan hal yang sembarangan. Biasanya nama perusahaan mencerminkan pribadi maupun doa dari pemiliknya. Mohon maaf jika saya memakai judul "PT Abadi Jaya", karena saya hanya ingin menjadikannya sebuah contoh bahwa kemungkinan besar pemiliknya ingin agar perusahaannya jaya untuk selama-lamanya.

Ada juga yang memberi nama perusahaannya dengan angka "5758", ternyata setelah dibaca, maksudnya adalah maju mapan. Ada juga yang menamainya karena pemiliknya adalah tiga orang yang memiliki hubungan pertemanan, sehingga diberi nama "Tiga Sekawan".

Yang menurut saya paling konyol, saya menemui beberapa pengusaha yang pergi ke gunung atau goa untuk mencari wangsit dalam menentukan nama perusahaan. Menurut saya, nama perusahaan (brand) bisa diingat ketika kita memiliki reputasi dan produk yang bagus.

Saran saya, jika Anda tidak bisa menjaga reputasi dengan baik, jangan namai perusahaan dengan nama keluarga Anda, karena jika perusahaan itu gagal, maka nama keluarga Anda akan ikut ke dalam lingkaran caci-maki dari pihak-pihak yang berkepentingan untuk melakukan hal tersebut.

YEA: Menjadi Young Entrepreneur

Menjadi pengusaha muda merupakan cita-cita dari beberapa orang. Sebenarnya apa sih kriteria pengusaha muda itu? Dari beberapa sumber, konon katanya yang dianggap muda adalah yang berumur 0-40 tahun. Padahal menurut saya, yang dimaksud dengan muda itu adalah jiwanya. Nafas boleh tua, tetapi jiwa tetap muda.

Secara organisasi, di Indonesia ada yang namanya HIPMI (himpunan Pengusaha Muda Indonesia), yang ketika menginjak umur tertentu yang sudah tidak boleh masuk ke HIPMI, biasanya akan 'melarikan diri' ke KADIN (Kamar Dagang dan Industri) atau wadah himpunan pengusaha lainnya. Wadah ini ternyata selain digunakan sebagai wadah komunikasi, juga bisa digunakan sebagai wadah lobi proyek. Menurut saya hal ini adalah sesuatu yang positif, sehingga setiap pengusaha di Indonesia bisa saling bekerjasama.

Sebagai penyemangat, beberapa institusi juga mengadakan malam penghargaan bagi para pengusaha muda yang sukses. Salah satunya adalah dengan adanya YEA (Young Entrepreneur Awards) yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia. Jika kesempatan seperti ini bisa dimanfaatkan, maka award ini bisa digunakan sebagai batu loncatan untuk publikasi ke masyarakat, sehingga meningkatkan popularitas, yang bisa meningkatkan performa penjualan produk atau jasa yang dimiliki.

Senin, 24 Januari 2011

Kiat Sukses Berwirausaha

Seperti pada tulisan awal saya mengenai Ilmu Wirausaha, ada beberapa prinsip yang saya jalani untuk mencapai keberhasilan dalam berwirausaha:

Impian
Impian merupakan dasar yang menjadi motivasi kita dalam berusaha. Dalam tulisan saya ini, saya mencoba mencontohkan bahwa saya memiliki cita-cita untuk punya sebuah mobil.

Doa
Doa merupakan dasar dari setiap kegiatan orang yang beriman kepada Tuhan. Saya percaya, bahwa doa yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih yang sepakat akan suatu hal akan dikabulkan oleh Tuhan. Karena saya sudah berkeluarga, maka saya berdoa bersama dengan istri saya. Kalau belum berkeluarga, mungkin bisa berdoa bersama orang tua, saudara, atau teman. Kuncinya adalah sepakat dan detail, jika saya berdoa minta Honda Jazz, sedangkan istri saya berdoa minta Livina, menurut saya secara pribadi, hal itu akan sulit untuk dikabulkan. Sepakati doa tersebut dengan detail, mulai dari merek, jenis, sampai dengan warna mobilnya. Untuk wirausaha, doakan detail usaha yang akan dilaksanakan.

Penguasaan Ilmu (Belajar)
Nah, sebelum melakukan aksi, pelajari terlebih dahulu bisnis yang ingin dijalankan agar kita bisa memperoleh sukses usaha tersebut. Pelajari kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman (KEKEPAN) yang ada pada bisnis yang dijalankan. Jangan ragu untuk belajar pada yang lebih berpengalaman di bisnis tersebut.

Aksi Nyata
Finalisasi dari hal tadi adalah aksi nyata. Tanpa perbuatan nyata, usaha kita akan menjadi sia-sia. Bahkan, jika kita bermimpi untuk memperoleh hadiah lotere pun (maaf contohnya agak buruk), kita harus beraksi nyata dengan pergi ke bandar untuk beli kupon. Karena itu, setelah eprsiapan matang, mulailah dengan tanpa ragu. Semoga sukses!

Ilmu Wirausaha

Pada suatu hari ada teman dengan latar belakang ilmu manajemen bertanya kepada saya tentang ilmu wirausaha. Saya sendiri bekerja sebagai wiraswasta di bidang Teknologi Informasi. Sebagai seseorang dengan latar belakang dari Fakultas Teknik, tidak jarang saya dan teman-teman mengalami kesulitan dalam melakukan wirausaha. Namun secara garis besar, dalam menjalankan usaha, dan untuk memperoleh ilmu wirausaha dan menggapai peluang usaha yang baik, ada 2 macam cara yang serupa namun tak sama:

Bekerja Pintar plus Bekerja Keras
Bekerja secara pintar terlebih dahulu bisa dilakukan bagi yang menguasai ilmunya. Artinya seseorang yang mampu untuk menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan, merupakan salah satu perwujudan dari kerja pintar. Namun, tanpa didukung oleh kerja keras, bekerja dengan cara ini tidak akan bisa maksimal.

Bekerja Keras plus Bekerja Pintar
Sekali lagi, karena dasar ilmu saya adalah ilmu teknik, saya memperoleh pelajaran dalam bekerja dari pengalaman. Jadi dengan prinsip trial and success. Tak jarang dalam mencapai pengalaman itu banyak benturan-benturan yang terjadi, dan mengorbankan banyak hal, sehingga kadang harus mulai dari awal lagi. Namun, dengan berbagai pengalaman, saya yakin ktia semua akan menemukan formula khusus untuk mencapai sukses dalam berwirausaha. Karena karakteristik tiap orang dan tiap bidang usaha berbeda-beda, maka pendekatan empiris dalam mencari kiat sukses perlu dikolaborasikan dengan kearifan lokal.

Sabtu, 22 Januari 2011

Peluang Bisnis Melalui Fans Tokusatsu Indonesia

Tokusatsu adalah istilah dalam bahasa Jepang yang berlaku untuk setiap drama film live-action atau televisi yang biasanya ada pendekar atau superhero dan menggunakan efek khusus (tokusatsu harfiah diterjemahkan sebagai "film khusus" dalam bahasa Jepang).

Saya ingat, waktu masih tahun 1995, waktu itu saya masih kelas 6 SD, dan sedang aja ujian akhir nasional sekolah dasar, atau dulu disebut EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional). Waktu itu hari Selasa ada siaran Satria Baja Hitam di televisi. Bukannya belajar, tetapi kami malah sibuk untuk menonton acara tersebut.

Menjadi superhero adalah impian kanak-kanak saya, dimana saya bisa memiliki kesaktian tertentu untuk membantu sesama. Akhirnya, setelah waktu berlalu dan saya sudah besar, saya menyadari bahwa menjadi superhero tidak harus berada dalam baju zirah atau memiliki kesaktian khusus. Kita bisa menolong orang lain dengan kelebihan kita masing-masing.

Mengenai fans tokukatsu di Indonesia? Ternyata di sini banyak juga para penggemar, entah itu karena obsesi sejak kecil, maupun sebagai sarana untuk nostalgia. beberapa dari mereka memiliki merchandise lengkap, mulai dari pin, kartu, film, sampai dengan baju superhero.

Pada akhirnya, fans yang memang fokus dan serius pada kegemarannya bisa mendulang penghasilan melalui jual-beli merchandise kepada penggemar lain. Kuncinya adalah membuat komunitas tokusatsu yang kuat, dan dari situ bisa digunakan sebagai sarana untuk pertukaran dan jual beli barang koleksi tokusatsu.

Kamis, 20 Januari 2011

Runtuhnya Beberapa Maskapai Penerbangan Nasional

Sejak kecil saya pernah mendengar Sempati Air, karena iklannya sering muncul di TV. Namun, belum sempat menaikinya, pada tahun 1998 maskapai tersebut tutup. Berikutnya adalah Bouraq, saya sempat naik pesawat itu waktu dari Jogja ke Banjarmasin tahun 2005 yang lalu. Beberapa waktu kemudian maskapai tersebut kemudian juga tutup. Berikutnya adalah Adam Air, yang tutup setelah didera masalah keuangan, ditambah dengan terjadinya kecelakaan yang bertubi-tubi.

Perusahan penerbangan merupakan perusahaan yang unik dengan tingkat disiplin yang tinggi. Selain karena faktor keselamatan, biaya oeprasional maskapai penerbangan cukup tinggi, bahkan konon untuk memperoleh net yield (keuntungan bersih) sampai 5 persen membutuhkan kerja sangat keras. Meleset sedikit, perusahaan akan kolaps.

Garuda Indonesia merupakan maskapai yang merugi karena miss-management. Namun beberapa tahun terakhir ini mereka tercatat membukukan laba. Merpati saat ini masih didera kerugian. Mandala air, mengalami kerugian karena turunnya jumlah penumpang, sehingga sementara menghentikan operasionalnya pada Januari 2010.

Walaupun pada akhirnya untuk menghemat pengeluaran perlu memotong anggaran, namun jangan sampai memotong anggaran untuk keselamatan penumpang. Selain itu ada baiknya perusahaan penerbangan menerbitkan laporan keuangannya kepada publik, agar masyarakat bisa mengetahui sejauh mana kesehatan suatu maskapai penerbangan.

Kamis, 13 Januari 2011

Sewa Motor di Solo: Solo Taksi Motor

Solo Taksi MotorJika Anda bepergian ke Solo dan ingin menikmati Solo dengan biaya yang murah, tentu saja solusi paling hemat adalah minta dijemput teman, menginap di rumah teman, dan minta ditraktir oleh teman Anda. Tetapi kalaupun tidak, Anda bisa menggunakan jasa taksi motor (motor taxy). Salah satunya adalah Solo Taksi Motor (STM) yang beroperasi sejak tahun 2009.

Jam operasinya adalah mulai pukul 06.00WIB hingga 21.00WIB. Namun jika diperlukan jemputan mendadak, bisa menghubungi driver lewat telepon. Tarif taksi motor panggilan bervariasi, mulai dari Rp. 5.000 (0-5 km), Rp. 7.000 (0-7 km), sampai Rp. 10.000 (0-10 km).

Solo Taksi Motor
Jl. Kapten Pattimura 49 B Dawung Wetan - Solo
Telp. (0271) 2033321

NB: Tulisan ini bukan paid review, tapi dibuat khusus untuk mendukung pariwisata di Indonesia.

Rabu, 12 Januari 2011

Perbedaan Antara Revenue, Earning, dan Income

Saya mengamati ketika saya dan rekan-rekan melihat laporan keuangan perusahaan, banyak yang sering terjebak dengan istilah Revenue, Earning dan Income. Revenue adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan jumlah uang yang diterima (pendapatan) oleh perusahaan. Jumlah ini adalah jumlah kotor, atau sering dikenal sebagai omzet penjualan.

Net Income dan Earning menunjukkan pendapatan setelah dikurangi beban perusahaan. Dalam earning ada yang kadang menyebut dengan istilah EBIT, EBITDA, dan NOPAT. EBIT merupakan kepanjangan earnings before interest and taxes atau laba sebelum bunga dan pajak. EBITDA menunjukkan earnings before interest, taxes, depreciation and amortization atau laba sebelum dipotong beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. NOPAT menunjukkan net operating profit after tax, atau laba bersih setelah dipotong pajak.

Relative Valuation Pada Perusahaan di Indonesia

Relative valuation merupakan istilah ekonomi dalam membandingkan harga dari suatu aset yang ingin dinilai dengan harga pasar dari aset yang mirip atau sejenis.

Ketika kita ingin menilai sesuatu dengan menggunakan relative valuation, maka yang pertama perlu dilakukan adalah mencari data pembanding. Sekali lagi data pembanding ini adalah dengan menggunakan data aset yang sejenis. Dalam kasus menilai suatu perusahaan, ada beberapa parameter yang bisa digunakan sebagai pembanding:

Jumat, 10 Desember 2010

Mengenal BCA Virtual Account

Beberapa waktu ini saya menemukan menu baru di internet banking BCA, yaitu BCA Virtual account. Sekilas saya mengira bahwa virtual account adalah semacam virtual credit card, tetapi berupa rekening tanpa buku rekening maupun kartu debit.

Ternyata, setelah saya membaca dari website BCA, akhirnya saya dapat penjelasan sebagai berikut:

perusahaan yang telah melakukan kerjasama dengan BCA untuk menggunakan Virtual Account akan mendapatkan sejumlah nomor rekening yang nantinya digunakan oleh para nasabah perusahaan tersebut. Artinya, masing-masing nasabah perusahaan tersebut akan memiliki nomor rekening khusus yang akan mereka gunakan untuk melakukan penyetoran.

Disebut virtual account karena setoran yang masuk ke rekening tersebut hanya sesaat. Begitu sampai ke proses batch (proses induk komputer melakukan transaksi akhir hari) maka saldo dari setoran akan dipindahkan ke rekening perusahaan induk, sehingga rekening virtual nasabah akan selalu nihil. Sedangkan keesokan harinya pada rekening induk akan muncul laporan transaksi kredit/setoran yang secara rinci menjelaskan: siapa saja penyetor dan jumlah setoran masing-masing penyetor.


Saya mencoba menggambarkan skemanya sebagai berikut:

Skema BCA Virtual Account

Artinya, nomor rekening tujuan transfer virtual itu hanya diketahui oleh masing-masing pelanggan, sehingga setiap pembayaran atau transfer melalui virtual account tersebut bisa dianggap sebagai pembayaran oleh pelanggan tertentu.

Siapa saja yang bisa memanfaatkan virtual account ini? Beberapa di antaranya adalah:
1. Perusahaan yang memiliki banyak pelanggan.
2. Sekolah/universitas untuk mengidentifikasi pembayaran dari siswa.
3. Pemerintah pusat maupun daerah, bisa juga digunakan untuk mengidentifikasi pembayaran wajib pajak dengan memberikan virtual account untuk tiap NPWP atau NPWPD (wajib pajak daerah).

Catatan dari BCA:
Virtual Account tidak dapat melakukan transaksi setor dengan warkat kliring karena dana dari warkat kliring tidak dapat efektif pada hari penyetoran.