Sabtu, 14 Desember 2013

Shopping Mall, Pusat Perbelanjaan di Wamena

Beberapa waktu yang lalu saya bercerita mengenai tempat belanja kebutuhan pokok di Wamena. Nah, sekarang saya mau cerita lagi mengenai Shopping Mall di Wamena. Bangunan yang memiliki 3 lantai terletak di Jalan Trikora Wamena ini disebut sebagai Mall Wamena.

Mall_Wamena

Pembangunan Mall ini sudah tertunda cukup lama sejak era pemerintahan Bupati David Hubi. Di tangan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, Bapak John Wempi Wetipo dan John Richard Banua, bangunan yang sudah lama mangkrak ini dilanjutkan pembangunannya dan mulai diresmikan pada pertengahan tahun 2013. Di dalam Mall Wamena terdapat berbagai merchant, mulai dari dealer mobil sampai toko buku.

Mall_Wamena_1

Begitulah, Wamena tidak selalu identik dengan koteka dan rumah honai, terutama ketika kita berbicara mengenai pembangunan perkotaannya. Meskipun masih belum bisa dijangkau dengan jalan darat dari Jayapura, pembangunan Bandara Wamena yang memungkinkan pesawat kargo narrow body sekelas Boeing 737 bisa mendarat memungkinkan barang-barang yang semula susah masuk ke Jayawijaya menjadi lebih mudah dan lebih murah untuk diperoleh.

Rabu, 11 Desember 2013

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Berbasis Akrual

Ketika kita berbicara mengenai akuntansi, kita bisa belajar mengenai basis dari akuntansi. Di dalam pengelolaan keuangan di Pemerintah, sering disebut istilah mengenai akuntansi berbasis akrual. Sebenarnya, apa itu akuntansi berbasis akrual? Namun sebelum itu, mungkin baiknya kita mempelajari mengenai basis akuntansi.

Akuntansi Berbasis Kas

Dengan akuntansi berbasis kas, kita membukukan semua transaksi saat kas benar-benar berpindah tangan, berarti saat pembayaran tunai diterima atau dibayar. Penerimaan kas atau pembayaran bisa dalam bentuk uang tunai, cek, kartu kredit, transfer, atau cara lain. Akuntansi berbasis kas bagus digunakan untuk transaksi sederhana secara tunai, yang tidak melibatkan pembayaran dengan sistem jatuh tempo (kredit). Ketika kita melakukan penjualan atau pembelian secara kredit, basis kas tidak secara akurat mencerminkan hasil dari operasi. Basis kas tidak menyediakan sistem untuk mengelola tagihan yang belum dibayar atau untuk melacak piutang dari pelanggan.

Akuntansi Berbasis Akrual

Dengan akuntansi berbasis akrual, kita membukukan semua transaksi ketika transaksi tersebut terjadi, bahkan jika tidak ada uang tunai berpindah tangan. Akuntansi berbasis akrual bagus untuk mencocokkan antara pendapatan dan belanja, namun tidak bagus bagi pencatatan kas. Hal itu karena kita mencatat pendapatan pada saat transaksi terjadi dan bukan ketika kita menerima uang tunai, sehingga laporan surplus defisit akan terlihat besar meskipun kita tidak memiliki uang tunai di bank. Akuntansi berbasis akrual memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai surplus atau defisit karena mencakup semua pendapatan dan belanja, baik yang sudah dibayar atau belum dibayar.

Misalnya, di lingkungan Pemerintahan Daerah, ada potensi penerimaan mengenai retribusi tertentu yang langsung dibukukan sebagai pendapatan di kolom kredit dan piutang di kolom debet, namun jika wajib pajak lambat membayar, maka di dalam laporan keuangan akan berakhir dengan pendapatan yang besar, namun uang tunai di kas sedikit.

Akuntansi Berbasis Kas Menuju Akrual

Di dalam lingkungan pemerintahan, dikenal pula sebutan akuntansi berbasis kas menuju akrual (cash toward accrual), yang merupakan kombinasi dari akuntansi berbasis kas dan akuntansi berbasis akrual. Akuntansi berbasis kas digunakan dalam pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan, sedangkan akuntansi berbasis akrual digunakan untuk pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dana.

Referensi:
http://www.dummies.com/how-to/content/deciding-between-cashbasis-and-accrual-accounting.html

Sabtu, 07 Desember 2013

Mengenal Bahasa Wamena: Wam

Kali ini saya akan membahas mengenai bahasa orang Wamena. Istilah ‘wam’ ini cukup terkenal di daerah Pegunungan Tengah Papua karena merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok orang di sana.

Kita mulai dari salah satu foto di rumah makan yang ada di depan Samsat Wamena di Jl. Yos Sudarso Wamena, Jayawijaya. Rumah makan yang dikelola Pak Wenang ini menjual wam dan RW. Singkatan dari RW adalah merujuk kepada bahasa Tombulu (Minahasa) yaitu “rintek wuuk” atau bulu halus. Ini adalah bahasa halus untuk anjing. Kalau dalam bahasa Jawa saya ingin sekali menyingkat RW dalam kearifan lokal Jogja menjadi SG atau segawon atau mungkin jika ada yang ingin bikin warung makan bisa pakai nama Nasi Pawon (Nasi Pakai Segawon) untuk mengganti istilah sengsu yang menurut saya sudah terlalu mainstream.

wenang

Dengan menganalisa kata RW, kita bisa membuat asosiasi antara RW dengan wam, yaitu mereka adalah sama-sama binatang. Dan inilah penampakan wam setelah matang. Makanan berikut disebut sebagai wam kecap.

wam_kecap

Ketika saya bertanya kepada kebanyakan orang di Wamena, mereka mengasosiasikan wam adalah hewan yang disebut sebagai babi. Namun, saya mencoba menelusuri lebih jauh mengenai istilah wam ini.

Lalu saya bertanya lebih lanjut mengenai bahasa untuk sapi, anjing, kuda, buaya. Mereka juga menjawab bahwa itu juga wam. Menurut beberapa penutur bahasa di sana, mereka mengatakan bahwa wam adalah untuk menyebut hewan besar yang memiliki kaki 4. Mengenai asosiasi dengan babi, karena pada waktu itu di wamena sebelum masuknya peradaban dari luar, hewan yang hidup hanya babi saja. Jadi mereka tidak memiliki bahasa asli untuk hewan besar berkaki empat yang lain.

Terlepas dari kontroversi mengenai haramnya produk ini, harga seekor wam di sini cukup fantastis. Rata-rata seekor wam dewasa siap untuk bakar batu harganya bisa mencapai harga 30 juta rupiah. Sapi Bali yang hidup di sini paling laku rata-rata 5 juta rupiah seekor. Hal ini karena wam digunakan sebagai aset untuk menunjukkan status sosial, untuk pembayaran tertentu, misalnya untuk mahar perkawinan atau untuk membayar denda.

Dalam kasus membayar denda, misalnya ada seorang yang meninggal karena dibunuh, maka biasanya nyawa ganti nyawa yang menyebabkan adanya perang suku. Namun, dalam kondisi tertentu perdamaian bisa dilakukan dengan membayar denda tertentu, misalnya orang yang sudah terbunuh diganti dengan wam dengan jumlah tertentu sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Itulah informasi sekilas mengenai wam. Wa.. wa.. wa..!!