Rabu, 01 September 2010

Mengirim SMS Ucapan Selamat Lebaran / Idul Fitri yang Manusiawi

pasarkreasi.com
Tidak terasa, bulan Ramadhan sudah mau berakhir. Memang tidak terasa bagi saya, karena tidak ikut berpuasa, namun saya ikut dapat THR dan ikut lebaran bersama keluarga besar yang plural *hihihi*. Untuk persiapan lebaran ini dari pengamatan pencarian di Internet, ternyata sudah banyak orang yang mulai mencari bahan untuk mengucapkan salam lebaran, baik itu menggunakan email, SMS, MMS, Twitter, Facebook atau media lainnya.

Saya mengamati dan mungkin juga mengalami bahwa ternyata SMS Lebaran, Natal, Tahun Baru, Valentine, Paskah dan SMS ucapan perayaan lainnya yang dikirim pada masa-masa ini tidak bisa terasa personal seperti jika kita mengirimkan kartu lebaran atau kartu hari raya kepada sahabat di masa lampau. Karena dulu jarang sekali orang yang memiliki komputer di rumah, sehingga ketika membuat ucapan lebaran ditulis satu per satu dengan alamatnya yang lengkap. Hal itu saya rasa sungguh personal, karena kita membaca dan menulis satu persatu nama tujuan orang yang ingin dikirimi kartu ucapan. Bahkan, sambil menulis kita membicarakan orang-orang itu, memikirkan bagaimana kabarnya sekarang dan sebagainya.

Sekarang bagaimana dengan SMS? Banyak yang kehilangan esensi berupa kehangatan perhatian ketika mengirim ucapan lebaran, karena berdasarkan template belaka. Ambil satu kata yang disukai, baru setelah itu disalin pada waktu mengirimkan pesan, dan tinggal tekan lalu send to all, kirim ke semua, selesai. Kalau tidak selesai berarti HP-nya hang. Jadinya SMS yang tujuannya adalah silaturahmi menjadi sampah belaka, karena tidak ada perhatian ketika pesan itu dikirim.

Bagi semua yang merayakan Idul Fitri, mari jadikanlah momen lebaran ini menjadi sesuatu yang berbeda, dengan memperhatikan satu per satu keluarga, kolega, atau rekan yang dikirimi SMS ucapan selamat Idul Fitri.

Kata-kata yang sederhana seperti 'kami mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1431H, mohon maaf lahir dan batin', akan sangat berbeda maknanya bagi penerima jika diketik secara personal, dan diubah menjadi:
Bapak Johan sekeluarga, kami mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1431H, mohon maaf lahir dan batin. Wahyu & keluarga.
Walaupun singkat, namun kehangatan perhatian tersebut melalui penulisan nama penerima akan begitu terasa bedanya dengan tidak ditulis sama sekali. Beranikah Anda mencoba? Atau sudahkan Anda melakukannya? Selamat menyambut Idul Fitri 1431H.

3 komentar:

erricgunawan mengatakan...

Setuju Pak! :)

dudi mengatakan...

saya selalu melakukannya manual dan menyebutkan nama personilnya. selain itu saya hanya mengirimkan kepada orang yang benar-benar saya kenal.

jejak annas mengatakan...

hai temansku yang caem, izinkan saya mengucapkan minal aidzin walfaizin. maaf kalo ada salah kata dan perbuatan. tetep waspada saat mudik, gak perlu ngebut.... TTD, temanmu yang lebih caem lagi....

Poskan Komentar