Tampilkan postingan dengan label Healthy Life. Tampilkan semua postingan
Minggu, 26 September 2010
Membuat Desain Taman untuk Rumah Minimalis
Pada edisi hari Sabtu ini, saya mencoba membuat tulisan yang mengikuti acara di televisi yang menayangkan acara-acara keluarga, seperti masak-memasak, dan menata rumah. Sebagai pekerja di dunia IT, tentu saja saya memerlukan rumah sebagai tempat untuk berlindung dan menyandarkan kepala untuk keluarga. Terkadang, ide-ide datang dari rumah, dan langsung dikerjakan di rumah. Itulah mengapa kami sekeluarga menyediakan satu ruangan khusus untuk kantor di rumah, sehingga bisa bekerja di rumah jika diperlukan.
Faktor yang mendukung suasana kerja adalah kenyamanan. Untuk itu kami memutuskan untuk tinggal di daerah perkampungan di Jogja utara yang masih terjangkau di kantong, udara dan airnya masih segar, dan kemudian mencoba membuat agar rumah tetap memiliki suasana hijau dan rindang.
Untuk bagian depan rumah kami masih tersisa space dengan luas sekitar 70 meter persegi, kami manfaatkan dengan menanam rumput gajah mini agar dasaran tanah tampak hijau, sebuah pohon cemara Norfolk dan pohon mangga.


Pada halaman belakang rumah sekitar 200 meter persegi digunakan multifungsi, yaitu tempat jemuran dan tempat bermain anak. Untuk tanah dilapisi dengan rumput gajah. Rumput ini kami pindah secara bertahap dari rumput di depan rumah, sehingga lama-kelamaan bisa hampir memenuhi halaman belakang rumah. Tumbuhan yang ada di belakang rumah diprioritaskan untuk tanaman produktif, seperti buah-buahan, sayuran dan obat-obatan.

Pohon-pohon buah yang nantinya akan memiliki batang yang besar dan tinggi ini tidak serta-merta bisa langsung besar dalam sekejap. Butuh bertahun-tahun untuk dapat menikmati buahnya, sehingga harus bersabar. Tapi kalau tidak segera menanam, akan butuh lebih lama lagi untuk dapat menikmati buahnya.
Faktor yang mendukung suasana kerja adalah kenyamanan. Untuk itu kami memutuskan untuk tinggal di daerah perkampungan di Jogja utara yang masih terjangkau di kantong, udara dan airnya masih segar, dan kemudian mencoba membuat agar rumah tetap memiliki suasana hijau dan rindang.
Untuk bagian depan rumah kami masih tersisa space dengan luas sekitar 70 meter persegi, kami manfaatkan dengan menanam rumput gajah mini agar dasaran tanah tampak hijau, sebuah pohon cemara Norfolk dan pohon mangga.
Pada halaman belakang rumah sekitar 200 meter persegi digunakan multifungsi, yaitu tempat jemuran dan tempat bermain anak. Untuk tanah dilapisi dengan rumput gajah. Rumput ini kami pindah secara bertahap dari rumput di depan rumah, sehingga lama-kelamaan bisa hampir memenuhi halaman belakang rumah. Tumbuhan yang ada di belakang rumah diprioritaskan untuk tanaman produktif, seperti buah-buahan, sayuran dan obat-obatan.
Pohon-pohon buah yang nantinya akan memiliki batang yang besar dan tinggi ini tidak serta-merta bisa langsung besar dalam sekejap. Butuh bertahun-tahun untuk dapat menikmati buahnya, sehingga harus bersabar. Tapi kalau tidak segera menanam, akan butuh lebih lama lagi untuk dapat menikmati buahnya.
Selasa, 23 Februari 2010
Apel Untuk Obat Diabetes atau Kencing Manis
Beberapa jenis diabetes ternyata bisa disembuhkan, dengan cara makan apel setiap hari, selama kurang lebih 3-4 bulan. Kandungan yang ada di dalam apel berfungsi untuk mengembalikan fungsi pankreas untuk memproduksi insulin. Pada kasus diabetes, kinerja pankreas terganggu dan tidak bisa memproduksi insulin dengan baik (bukan tidak memproduksi sama sekali).
Bagi yang malas atau tidak suka makan apel, bisa diganti dengan meminum cuka apel (apple cidder) secara teratur. Cuka apel ini biasanya tersedia di swalayan dan apotik-apotik. Makan apel dengan cara mengunyah lebih disarankan karena dalam proses mengunyah terjadi stimulasi beberapa kelenjar di area mulut.
Bagi yang masih sehat, untuk menghindari diabetes, perbaiki pola makan, terutama jangan makan makanan atau minuman/sirup yang mengandung pemanis buatan, karena justru pemanis buatan inilah yang memicu kerusakan pada pankreas, sedangkan mengkonsumsi pemanis yang alami (gula tebu, dll) memiliki tingkat resiko yang lebih kecil.
Informasi ini saya sadur dari berbagai sumber dan pengalaman dari beberapa orang yang menjalani pengobatan ini, semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.
Bagi yang malas atau tidak suka makan apel, bisa diganti dengan meminum cuka apel (apple cidder) secara teratur. Cuka apel ini biasanya tersedia di swalayan dan apotik-apotik. Makan apel dengan cara mengunyah lebih disarankan karena dalam proses mengunyah terjadi stimulasi beberapa kelenjar di area mulut.
Bagi yang masih sehat, untuk menghindari diabetes, perbaiki pola makan, terutama jangan makan makanan atau minuman/sirup yang mengandung pemanis buatan, karena justru pemanis buatan inilah yang memicu kerusakan pada pankreas, sedangkan mengkonsumsi pemanis yang alami (gula tebu, dll) memiliki tingkat resiko yang lebih kecil.
Informasi ini saya sadur dari berbagai sumber dan pengalaman dari beberapa orang yang menjalani pengobatan ini, semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya.
Langganan:
Postingan (Atom)