Tampilkan postingan dengan label Artikel Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Oktober 2023

Asupan Nutrisi yang Tepat untuk Programmer: Belajar dari Nutrisi Pecatur

Programmer memiliki tantangan keseharian yang mirip dengan pecatur grandmaster. Sama seperti pemain catur, mereka membutuhkan konsentrasi tinggi, stamina mental, dan ketahanan terhadap stres selama berjam-jam. Oleh karena itu, penting bagi programmer untuk memperhatikan asupan nutrisi mereka agar dapat memberikan performa terbaik. Penelitian yang dilakukan oleh Roberto H. Baglione mengenai nutrisi para pecatur bisa memberikan kita wawasan tentang bagaimana pola makan yang tepat untuk seorang programmer.

Mengapa Nutrisi Penting bagi Programmer?

Sama seperti pemain catur, programmer menghadapi tekanan mental yang tinggi dan membutuhkan energi berkelanjutan untuk menjaga konsentrasi. Asupan nutrisi yang tepat dapat membantu meningkatkan konsentrasi, mempertahankan energi, dan mencegah kelelahan mental.

Berikut ini adalah pola makan yang dianjurkan berdasarkan penelitian Roberto H. Baglione:

1. Sarapan Adalah Kunci
66,7% pecatur grandmaster makan tiga kali sehari, tetapi 36,1% sering melewatkan sarapan. Sarapan sangat penting karena mempengaruhi konsentrasi dan performa mental di pagi hari. Programmer harus memastikan untuk selalu sarapan.

2. Makanan Sebelum Mulai Bekerja
Sebaiknya hindari makan berat atau makanan yang sulit dicerna sebelum mulai bekerja. Baglione menemukan bahwa sebagian besar pecatur menghindari makan berat sebelum pertandingan. Makan berat dapat membuat seseorang merasa mengantuk dan kurang fokus.

3. Makanan dan Minuman Selama Bekerja
Selama berjam-jam bekerja, penting untuk tetap terhidrasi dan mengonsumsi camilan yang mengandung energi. Pecatur sering memilih cokelat (80,5%), buah-buahan (14,6%), dan batang sereal (9,8%). Minuman seperti air, kopi, teh, dan jus buah juga dianjurkan.

4. Suplemen Nutrisi
Meskipun sekitar sepertiga pecatur melaporkan penggunaan suplemen diet, penting untuk berhati-hati. Suplemen harus dikonsumsi berdasarkan anjuran dokter atau ahli gizi dan pastikan tidak mengandung zat terlarang.

5. Aktivitas Fisik
Walaupun fokus utama adalah kesehatan mental, aktivitas fisik juga penting. 87,5% pecatur mengatakan mereka melakukan aktivitas fisik selain bermain catur. Aktivitas fisik dapat meningkatkan postur tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan kinerja kognitif. Programmer juga harus memastikan untuk memasukkan aktivitas fisik dalam rutinitas mereka.

6. Kebiasaan Merokok
Salah satu aspek lain yang patut dipertimbangkan dalam konteks kesehatan dan kinerja kognitif adalah penggunaan tembakau atau rokok. Nikotin yang terkandung dalam tembakau mengurangi kemampuan tubuh untuk memanfaatkan kalsium, yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Selain itu, para perokok sering kali kekurangan vitamin tertentu. Sebagai contoh, mereka mungkin mengalami kekurangan vitamin (dan prekursor) seperti B1, B12, C, dan ß-karoten.

Dalam penelitian yang sama oleh Roberto H. Baglione, ditemukan bahwa 15,3% pecatur yang disurvei mengaku sebagai perokok. Meskipun angka ini mungkin lebih rendah dibandingkan dengan prevalensi merokok di populasi umum di beberapa negara, tetap penting untuk mencatat bahwa sejumlah pecatur memiliki kebiasaan merokok yang dapat mempengaruhi kesehatan dan performa mereka.

Baik bagi pecatur maupun programmer, menghindari rokok dapat memberikan manfaat ganda. Tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, menghindari rokok juga dapat membantu mempertahankan asupan nutrisi yang optimal untuk mendukung kinerja mental dan kognitif. Bagi mereka yang sudah memiliki kebiasaan merokok, mendapatkan dukungan untuk berhenti bisa menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan performa kerja.

Kesimpulan
Ketahanan mental dan fisik adalah kunci sukses bagi programmer dan pecatur. Dengan merujuk pada penelitian tentang nutrisi pecatur, programmer dapat mendapatkan wawasan tentang bagaimana menjaga stamina dan konsentrasi mereka dengan pola makan yang tepat.

Rujukan: Roberto H. Baglione, "Nutritional Practices of Chess Grandmasters".

Kamis, 27 Februari 2020

Menghadapi Virus Corona COVID-19

Sebelum menanggapi, mohon dicatat sebagai disclaimer bahwa saya tidak punya background bidang kesehatan, namun mencoba untuk memahami mengenai persebaran virus COVID-19 beberapa waktu terakhir ini dari kacamata orang awam kesehatan.


Pertama, yang saya pahami virus ini bisa menyebar dari manusia satu ke manusia lain dan sebagian menyebabkan kematian dengan prosentase yang cukup besar dibandingkan dengan flu. Kedua, sampai saat ini belum ada vaksin yang sesuai untuk menanggulangi virus ini. Ketiga, sudah ada pasien yang dinyatakan sembuh. Keempat, udara kemungkinan besar bisa menjadi media persebaran virus ini.

Langkah pemerintah China dan pemerintah negara lain yang melakukan isolasi kota-kota tertentu adalah untuk memperlambat persebaran virus ini, sampai bisa ditemukan obatnya. Memperlambat, namun diyakini bahwa lambat atau cepat, virus ini akan tersebar ke seluruh dunia. Saya termasuk yang mempercayai hipotesa bahwa satu orang dengan orang yang lain di seluruh dunia ini saling berteman dengan maksimal 7 level. Kemungkinan besar juga pernah saling bersalaman dengan tingkat yang cukup dekat. Misal saya pernah salaman dengan A, A salaman dengan B, lalu B salaman dengan C. Jadi, antara saya dan bersalaman C di tingkat 3. Belum lagi kalau A pernah salaman dengan C, berarti hanya di tingkat 2 saja. Sehingga bisa disimulasikan persebarannya. Belum lagi kondisi virus ini masih sulit terdeteksi, apalagi jika sedang dorman.

Penyemprotan disinfektan sepertinya juga bersifat mengurangi, bukan meniadakan. Saya pernah menyemprotkan obat nyamuk di ruangan dengan jumlah semprotan cukup banyak. Satu jam kemudian, saya masuk ke ruangan itu, rupanya masih ada 1 atau 2 nyamuk berkeliaran. Sepertinya nyamuk ini sempat berada di tempat tersembunyi yang tidak terjangkau oleh obat nyamuk yang saya semprotkan ini. Kalau dipikir, nyamuk ini adalah hewan yang terlihat mata, tidak seperti virus yang kita tidak tahu tanpa menggunakan mikroskop yang canggih.

Semoga kita semua diberikan kekebalan tubuh yang bagus untuk bisa menangkal virus ini, dan segera ditemukan obatnya.

Minggu, 28 September 2014

Menanam Daun Gedi di Yogyakarta

Ketika berada di Papua, tetangga kami banyak yang menanam tanaman daun gedi (edible hibiscus, sayor yondok) atau secara ilmiah disebut sebagai Abelmoschus manihot. Pada suatu kali, saya mengalami sakit radang di Jayapura, dan disarankan untuk merebus daun ini dan memakannya. Saya merebus daun ini bersama sop dan segera memakannya, karena daun ini jika sudah lama dibiarkan setelah dimasak akan menjadi sangat lengket dan berlendir kental. Sifat kental ini yang menjadikan daun gedi menjadi campuran bubur Manado.

Nah, waktu itu pagi hari saya harus mengejar pesawat ke Bandara Sentani menuju ke Jogja. Sebelum berangkat, saya mampir ke Cigombong, karena ada warga yang di depan pagarnya ada tanaman daun gedi. Jadi, saya mau potong untuk dibawa ke Jogja. Ternyata, tanaman itu sudah dibabat habis oleh si empunya rumah karena menghalangi pemandangan warungnya. Akhirnya saya gagal membawa bibit tanaman gedi.

Beberapa hari kemudian, kami berjalan-jalan di dekat tempat tinggal simbah di Sentolo, Kulon Progo. Waktu duduk di teras, saya mengamati ternyata tetangga depan rumah ada tanaman itu dengan jumlah yang sangat banyak. Tanaman itu dia gunakan sebagai pakan untuk ikan gurami yang dipelihara. Saya meminta 2 batang untuk ditanam di rumah Sleman.

Tanaman ini mudah sekali tumbuh. Saya tancapkan 1 batang di tanah belakang rumah dan dalam beberapa bulan sudah menjadi tanaman yang besar dengan daun yang lebat. Jadi, jika saya sewaktu-waktu ingin memasak sayur gedi, tinggal petik daunnya.

Minggu, 03 Juni 2012

Obat: Cara Menurunkan Kadar Trigliserid dan Asam Urat dalam Darah

Saya heran dengan beberapa teman-teman sebaya saya yang masih di bawah 30 tahun namun sudah menunjukkan gejala trigliserid dan asam urat yang tinggi di dalam darah. Beberapa di antaranya ada yang sekedar pegal ngilu di betis, namun ada juga yang sampai tidak bisa berjalan (baca: merangkak) setelah makan makanan tertentu (daging kambing, emping melinjo). Ada beberapa yang tidak kunjung sembuh, namun ada beberapa yang berobat dan cepat sekali sembuh.

Saya mencoba mengintip resep yang diminum teman yang berhasil memperoleh cara menurunkankan kadar trigliserid dan asam urat tersebut. Obat yang diminum adalah Simvastatin 2 x 1 dan Irgapan 3 x 1.

Kalau pencegahannya? Penyebab asam urat dan trigliserid tinggi adalah karena faktor pola makan, menurut saya solusi pencegahannya sederhana saja: makanlah ketika betul-betul lapar dan berhentilah sebelum kenyang ;)

Perhatian: tulisan ini hanya berdasarkan pengamatan pribadi, dan penulis tidak memiliki keahlian di bidang kesehatan. Konsultasilah terlebih dahulu dengan dokter apabila ingin mengkonsumsi obat-obat yang ada di tulisan ini.

Jumat, 18 Mei 2012

Khasiat Daun Suji dan Daun Pandan

Daun suji (Pleomele angustifolia N.E Brown) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) memiliki karakteristik yang mirip. Namun, daun pandan lebih dimanfaatkan sebagai pengharum masakan agar aromanya menjadi wangi, sedangkan daun suji sering digunakan sebagai pewarna alami pada makanan.

Dari beberapa informasi lisan, saya memperoleh informasi bahwa rebusan daun suji ini bermanfaat untuk menyembuhkan sakit: kanker, jantung, paru-paru, dan penyakit pada kelenjar thyroid. Selain itu, daun ini juga bisa digunakan untuk menjaga kesehatan ginjal. Cara kerjanya adalah dengan meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga tubuh akan melawan penyakit tersebut.

Khasiat daun pandan? Katanya sama, dan konon lebih bagus daripada daun suji. Tapi saya pribadi percaya bahwa tiap tumbuhan memiliki khasiat dan keunggulan sendiri-sendiri.

Discalimer: tulisan mengenai khasiat daun suji dan daun pandan ini adalah berdasarkan informasi lisan, dan merupakan catatan pribadi untuk menambah khasanah ilmu yang diperoleh dari masyarakat umum. Untuk informasi yang lebih valid, konsultasikan dengan ahli medis yang berpengalaman.

Kamis, 26 Mei 2011

Bersepeda Keliling Nusantara?

Saya sering melakukan pekerjaan di pedalaman Papua. Beberapa daerah ada yang memiliki kota begunung-gunung, namun banyak juga yang memiliki kota cukup datar. Sayangnya, keadaan itu tidak didukung kesadaran lingkungan, karena sebagian besar senang menggunakan motor meskipun harga bensin cukup gila, berkisar antara 15 ribu sampai dengan 50 ribu seliter.

Bersepeda Keliling Papua

Solusinya? Saya membawa sepeda lipat keliling Papua! Sepeda ini kami beli di Wamena, Jayawijaya. Selanjutnya, sepeda itu saya bawa ke daerah-daerah lain, seperti Dekai Yahukimo dan Jayapura. Bawanya? Naik pesawat, dimasukkan bagasi. Karena sepeda ini merupakan sepeda lipat dan beratnya hanya sekitar 14kg, saya jarang terkena overweight. Paling kalau ditambah koper pakaian saya, bagasi saya kelebihan sekitar 5 kg. Overweight 5 kilo biasanya bayar sekitar 45 ribu rupiah.

Hasilnya? Selain badan bugar karena berolahraga menggunakan sepeda, pengeluaran bensin menjadi lebih berkurang, sehingga mengurangi emisi karbon di daerah-daerah tersebut. Sebenarnya saya ingin sekali membawa sepeda ini keliling nusantara, tapi saya sementara ini mengandangkannya di Papua, jadi keliling Papua saja dulu :)

Rabu, 05 Januari 2011

Cara Membuat Anak Laki-Laki atau Perempuan

Sesuatu yang menggelitik pikiran saya adalah ketika saya mendengan ada seseorang yang menginginkan memiliki anak dengan jenis kelamin tertentu. Di pikiran saya sendiri, yang namanya anak adalah anugerah Tuhan, dan masalah jenis kelamin adalah hal yang sudah ditentukan dari sana.

Namun demikian, tidak halnya dengan peneliti medis. Dari hasil penelitian, ternyata jenis kelamin ditentukan oleh sperma yang berhasil membuahi sel telur. Jani sperma ini dinamakan sperma (X) dan sperma (Y). Sperma (X) menghasilkan anak perempuan, sedangkan sperma (Y) menghasilkan anak laki-laki. Dari penuturan beberapa orang di sekitar saya, beberapa sifat utama dari sperma ini adalah:

Sperma (X) menghasilkan anak perempuan:
- Lebih tahan di lingkungan asam
- Lambat merayap ke dalam rahim
- Hidup lebih lama (bisa sampai 4 hari)

Sperma (Y) menghasilkan anak laki-laki:
- Tidak tahan di lingkungan asam
- Cepat berenang menuju sel telur
- Hidup singkat (kurang dari 15 menit)

Jadi, dengan melihat hal tersebut bisa dilakukan beberapa perlakukan untuk menciptakan kondisi seperti di atas. Bukan berarti dengan menerapkan teori ini akan menjadi 100 persen berhasil, namun kemungkinan keberhasilannya akan meningkat. Karena saya bukan pakar di dalam hal ini, maka saya menyarankan Anda untuk berdoa dan juga berusaha ke dokter spesialis untuk melakukan pemisahan sperma (X) dan (Y) apabila benar-benar menginginkan lahirnya anak laki-laki atau perempuan.

Kamis, 09 Desember 2010

Akreditasi Rumah Sakit di Indonesia

Santosa HospitalSesuatu yang menggelitik pikiran saya ketika mengunjungi rumah sakit Bangkok Hospital Phuket pada akhir Nopember 2010 yang lalu adalah adanya akreditasi internasional terhadap pelayanan rumah sakit. Salah satu yang mereka banggakan adalah akreditasi dari Joint Commission International (JCI).

Sebagai salah satu konsumen layanan medis, standarisasi layanan rumah sakit pada akhirnya menjadi salah satu faktor yang saya pertimbangkan dalam melakukan pengobatan medis. Walaupun sebenarnya pertimbangan utama saya adalah biaya, karena biaya kesehatan akan sangat membengkak jika kita sampai masuk rumah sakit, apalagi jika tidak memiliki asuransi kesehatan.

Untuk Indonesia, ternyata dalam bulan Nopember 2010 ini ada peningkatan, karena sekarang Indonesia memiliki 2 rumah sakit yang terakreditasi JCI:

Siloam Hospital Lippo Karawaci
Lippo Karawaci, Indonesia
Program: Hospital
First Accredited: 19 September 2007
Re-accredited: 04 September 2010

Santosa Hospital
Bandung, West Java, Indonesia
Program: Hospital
First Accredited: 13 November 2010

Semoga dengan bertambahnya akreditasi ini nanti banyak rumah sakit yang mulai menyusul, dan menjadikan Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata medis di Asia Tenggara dengan biaya pengobatan yang bersaing.