Minggu, 17 September 2017

Konsumsi BBM Honda Brio RS 1.2 CVT 2017 di Yogyakarta

Besar konsumsi BBM biasanya menjadi salah satu faktor dalam menentukan jenis kendaraan yang akan dipakai sehari-hari. Hal ini tentu saja akan dikecualikan untuk kendaraan yang dikoleksi untuk sekedar hobi atau gaya.

Kali ini saya mencoba membuat kalkulasi mengenai konsumsi bahan bakar Brio RS 1.2 CVT keluaran tahun 2017. Cara yang digunakan cukup sederhana, yaitu pada awal perhitungan, bensin diisi penuh, kemudian trip pada odometer direset kembali ke nol. Kendaraan kemudian dipakai secara normal, untuk antar jemput sekolah, pergi ke kantor dan aktivitas dalam kota lainnya, dengan kondisi trafik area Sleman dan Kota Yogyakarta yang kadang macet, kadang lancar.

Sesudah jarum penanda BBM tinggal 1 strip, dilakukan kembali pengisian full tank di SPBU dan mesin pompa yang sama, yaitu di SPBU 4455519 Mlati, Sleman. Hasilnya, untuk pemakaian sejauh 430.1 km sesuai dengan yang ditunjukkan odometer, Honda Brio RS dengan transmisi CVT menghabiskan BBM sebanyak 29,54 liter Pertamax 92 atau 14,56 km/liter atau Rp.566,62/km.

Kendaraan ini melakukan pencatatan juga di odometernya dan menampilkan di display bahwa estimasi konsumsi bahan bakar rata-rata di 15,5 km/liter, atau selisih mendekati 1 km/liter dibandingkan penghitungan konvensional yang saya lakukan. Namun setidaknya hal ini bisa menjadi salah satu acuan bagi para calon pemilik mobil dalam memilih mobil mana yang akan digunakan untuk operasional sehari-hari.

Sabtu, 02 September 2017

Tanggung Jawab Memegang Uang Tunai

Periode antara akhir suatu bulan dan awal bulan berikutnya adalah waktu di mana kebanyakan pekerja memperoleh upah atau gaji. Banyak yang memperoleh gaji melalui transfer, dan banyak pula yang mendapatkan upahnya melalui pembayaran tunai.

Uang kertas yang ada saat ini memiliki nilai intrinsik lebih besar dari nilai yang tertera pada nominalnya, karena biaya cetaknya lebih tinggi. Uang itu didesain untuk dapat berpindah tangan sebanyak ribuan sampai jutaan kali sebelum akhirnya rusak. Setiap perpindahan uang dari satu pihak ke pihak lain merupakan sebuah mekanisme perputaran ekonomi.

Agar perputaran ekonomi terjadi, maka sebaiknya ketika seseorang memperoleh uang tunai, segera mengalihkan ke bentuk lain, misalnya belanja, menabung di bank, atau diinvestasikan, agar uang tunai itu dapat segera berpindah untuk memberikan manfaat bagi perekonomian.

Jika ada yang mengeluh karena baru gajian uang langsung habis, selalu ingat bahwa gaji Anda yang habis itu telah berputar lagi agar orang di tempat lain dapat gajian.

Rabu, 02 Agustus 2017

Mengenai Pendidikan Formal dan Non Formal


Ada salah seorang rekan senior saya yang beberapa waktu lalu bercerita bahwa beliau membuat sebuah slogan 'make higher education your priority' untuk anak-anaknya yang saat itu masih berada di bangku sekolah. Ketika semua anaknya sudah lulus sarjana, kemudian membuat lagi pertanyaan: selanjutnya apa? Pertanyaan ini menggelitik saya, karena berada di antara pemikiran yang menyatakan bahwa hal ini adalah sebuah akhir di garis finish dari sistem edukasi, namun juga merupakan titik awal untuk memulai sesuatu yang baru.

Edukasi sering dikaitkan dengan pendidikan formal mulai dari SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Banyak orang yang sering terjebak dengan merasa bahwa akhir dari pendidikan adalah ketika sudah memperoleh kertas ijazah dan gelar yang tersemat di lembaran kertas itu. Padahal tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah untuk memperoleh ilmu, yang nantinya bisa dipraktekkan sesuai dengan apa yang telah dipelajari.

Menurut pandangan saya, pendidikan formal merupakan garis besar yang dirancang sebagai standar umum untuk dapat digunakan oleh masyarakat sebagai acuan dalam mencari ilmu. Acuan tersebut biasanya diikuti dengan jadwal kegiatan belajar mengajar dengan rentang waktu yang telah ditentukan. Faktanya, jumlah jam belajar siswa di lingkungan formal tidak sebanyak jumlah jam ketika siswa tersebut berada di luar sekolah. Di sini peran pendidikan non formal sangat menentukan. Yang pertama adalah pendidikan dari sisi keluarga, kemudian pelatihan atau kursus tambahan yang diikuti. Dan yang paling penting, adalah pendidikan yang dialami melalui pengalaman hidup masing-masing individu.

Bagaimana dengan pertanyaan senior saya mengenai kegalauannya tentang pendidikan? Saya sempat berdiskusi kepada senior tersebut dan menyimpulkan bahwa hidup itu sendiri merupakan sasana belajar di dunia ini, sehingga pendidikan itu tidak pernah ada batasnya sepanjang hayat masih dikandung badan.