Rabu, 03 Januari 2018

Karet Penahan Pintu atau Door Stopper Honda Brio

Selesai tahun baru, maka liburan usai sudah, dan aktivitas pekerjaan berjalan seperti biasanya. Nah, pekerjaan saya pagi kemarin (2/1) adalah mencuci kendaraan. Setelah selesai mencuci dan mengecek mesin dan peralatan lainnya, saya membuka pintu kiri mobil Honda Brio dan merasa ada yang janggal.


Ada bolong di bagian pintu yang saya tidak mengetahui penyebabnya. Setelah komparasi dengan pintu kanan, ternyata ada karet ganjal yang hilang. Memang karet ganjal ini cukup mudah untuk dilepas oleh "siapa saja yang membutuhkan", namun juga bisa saja terlepas sendiri karena getaran.

Selanjutnya, dengan melakukan ajian Googling, saya tidak menemukan istilah yang sesuai. Kemudian, saya melakukan pencarian di bengkel resmi Honda terdekat, dan diberi katalog dan disimpulkan bahwa alat ini bernama door stopper dengan parts number 72142-SZH-000. Harganya Rp. 36.300,- dan ditebus tunai.


Sampai rumah, karet ini cukup mudah dipasang, tinggal masukkan dan ulir searah jarum jam, dan pintu Honda Brio menjadi lengkap seperti semula.


Karena bukan parts yang signifikan, maka stopper pintu ini bisa juga dicarikan versi KW nya, harga tidak sampai Rp.5.000,-, namun demikian alangkah bagusnya jika kendaraan dibelikan spareparts yang original, agar kualitas terjamin dan ada tambahan pemasukan untuk bengkel resmi dan pabrikan kendaraan.

Minggu, 19 November 2017

Delapan Digital Life Skills yang Dibutuhkan Anak-anak Zaman Now

Pada zaman sekarang, IT dan media digital menjadi salah satu kompetensi inti untuk dapat berhasil di semua lini karir. Beda halnya dengan zaman dulu di mana kemampuan IT adalah sesuatu yang khusus dan hanya dimiliki oleh segelintir orang.

Mungkin kita sudah mengenal istilah IQ, EQ atau bahkan SQ. Yuhyun Park dari infollutionZERO Foundation di situs World Economic Forum menulis mengenai DQ: digital itelligence. DQ dibagi menjadi 3 tingkatan:

Level 1: Digital citizenship / kewarganegaraan digital
Kemampuan untuk menggunakan teknologi digital dan media dalam cara yang aman, bertanggung jawab, dan efektif.

Level 2: Digital creativity / kreativitas digital
Kemampuan untuk menjadi bagian dari eksositem digital dengan membuat ulang konten baru dan menjadikan ide menjadi realitas dengan mengunakan perangkat digital.

Level 3: Digital entrepreneurship / kewirausahaan digital
Kemampuan untuk menggunakan media digital dan teknologi untuk menyelesaikan tantangan global atau untuk menciptakan peluang baru.

Saat ini, kreativitas digital paling diperhatikan oleh dunia pendidikan, karena semakin banyak sekolah berusaha memberi anak-anak ilmu mengenai media digital, pemrograman dan bahkan robotika, yang kesemuanya terlihat berhubungan langsung dengan kemampuan kerja dan penciptaan lapangan kerja di masa depan.

Kewirausahaan ​​digital juga telah didorong secara aktif, terutama dalam pendidikan tinggi. Banyak universitas terkemuka telah mengadopsi dan mengembangkan kursus atau inisiatif baru seperti hobi technopreneurship untuk mendorong budaya inovasi.

Tetapi, kewarganegaraan digital sering diabaikan oleh seolah maupun pemerintah. Padahal, seorang anak harus mulai belajar kewarganegaraan digital sedini mungkin, idealnya ketika seseorang mulai secara aktif menggunakan permainan digital, media sosial atau perangkat digital lainnya.

Dalam penelitian yang telah dilakukan, ada 8 keterampilan khusus yang perlu diajarkan kepada anak-anak sebagai bagian dari kewarganegaraan digital.
  1. Digital citizen identity: kemampuan membangun dan mengelola identitas yang sehat secara online dan offline dengan integritas
  2. Screen time management: kemampuan mengelola waktu layar seseorang, multitasking, dan keterlibatan seseorang dalam game online dan media sosial dengan penuh pengendalian diri
  3. Cyberbullying management: kemampuan untuk mendeteksi situasi penindasan maya dan menanganinya dengan bijak
  4. Cybersecurity management: kemampuan untuk melindungi data seseorang dengan membuat password yang kuat dan untuk mengelola berbagai serangan cyber
  5. Privacy management: kemampuan untuk menangani semua informasi pribadi yang dibagikan secara online untuk melindungi privasi diri sendiri dan orang lain
  6. Critical thinking: kemampuan untuk membedakan antara informasi yang benar dan yang salah, konten yang baik dan berbahaya, dan kontak online yang dapat dipercaya
  7. Digital footprints: Kemampuan untuk memahami sifat jejak digital dan konsekuensi kehidupan nyata mereka dan untuk mengelolanya secara bertanggung jawab
  8. Digital empathy: kemampuan untuk menunjukkan empati terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain secara online.
Yang terpenting, perolehan kemampuan ini harus berakar pada nilai-nilai kemanusiaan seperti rasa hormat, empati dan kehati-hatian. Nilai-nilai ini memudahkan penggunaan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Menumbuhkan kecerdasan digital yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan sangat penting bagi anak-anak kita untuk menjadi tuan dari teknologi, alih-alih malah dikuasai oleh teknologi itu sendiri.

Sumber: World Economic Forum

Minggu, 17 September 2017

Konsumsi BBM Honda Brio RS 1.2 CVT 2017 di Yogyakarta

Besar konsumsi BBM biasanya menjadi salah satu faktor dalam menentukan jenis kendaraan yang akan dipakai sehari-hari. Hal ini tentu saja akan dikecualikan untuk kendaraan yang dikoleksi untuk sekedar hobi atau gaya.

Kali ini saya mencoba membuat kalkulasi mengenai konsumsi bahan bakar Brio RS 1.2 CVT keluaran tahun 2017. Cara yang digunakan cukup sederhana, yaitu pada awal perhitungan, bensin diisi penuh, kemudian trip pada odometer direset kembali ke nol. Kendaraan kemudian dipakai secara normal, untuk antar jemput sekolah, pergi ke kantor dan aktivitas dalam kota lainnya, dengan kondisi trafik area Sleman dan Kota Yogyakarta yang kadang macet, kadang lancar.

Sesudah jarum penanda BBM tinggal 1 strip, dilakukan kembali pengisian full tank di SPBU dan mesin pompa yang sama, yaitu di SPBU 4455519 Mlati, Sleman. Hasilnya, untuk pemakaian sejauh 430.1 km sesuai dengan yang ditunjukkan odometer, Honda Brio RS dengan transmisi CVT menghabiskan BBM sebanyak 29,54 liter Pertamax 92 atau 14,56 km/liter atau Rp.566,62/km.

Kendaraan ini melakukan pencatatan juga di odometernya dan menampilkan di display bahwa estimasi konsumsi bahan bakar rata-rata di 15,5 km/liter, atau selisih mendekati 1 km/liter dibandingkan penghitungan konvensional yang saya lakukan. Namun setidaknya hal ini bisa menjadi salah satu acuan bagi para calon pemilik mobil dalam memilih mobil mana yang akan digunakan untuk operasional sehari-hari.