Dulu, ketika pertama kali membuat blog, saya sempat terpikir untuk memilih bahasa yang ingin saya gunakan. Pada waktu itu saya memilih untuk mencampur blog saya. Ketika saya ingin menulis dalam bahasa Indonesia, saya langsung posting dalam bahasa Indonesia. Nah, ketika saya ingin menulis blog dalam bahasa Inggris, saya langsung saja menulisnya. Belakangan hal itu menjadi cukup membingungkan karena malah isi blog menjadi campur aduk.
Akhirnya, pada tahun 2010 saya mencoba membuat subdomain untuk memisahkan antara blog berbahasa Inggris dan blog berbahasa Indonesia. Saya menggunakan domain utama wahyu.com (belakangan saya menggunakan www.wahyu.com karena alasan teknis hosting) untuk postingan bahasa Inggris dan id.wahyu.com untuk postingan berbahasa Indonesia. Akhirnya setelah 3 tahun kemudian, pada bulan Nopember 2013, saya baru berhasil memindahkan postingan-postingan berbahasa Indonesia di www.wahyu.com ke id.wahyu.com dan saya membuat redirect 301 agar yang masih tersesat ke URL lama masih bisa ‘tertolong’ untuk menuju ke URL yang baru dengan isi posting yang sama.
Mengenai kemapuan grammar yang pas-pasan, menurut saya untuk menulis blog dalam bahasa Inggris atau bahasa apapun, ya tulis saja, tidak perlu takut grammar benar atau salah, meskipun kadang kesalahan grammar juga bisa berakibat fatal. Namun kepercayaan diri merupakan modal utama. Apalagi saya hidup bukan di tempat orang yang berbicara dengan bahasa Inggris, sehingga pasti ada saja kesalahan dan kesulitan untuk memeriksa kebenaran grammar.
Tetapi prinsip dasar suatu bahasa kan sepanjang penulis dan pembaca sepaham dengan maksudnya, berarti kan tidak ada masalah?