Selasa, 24 Desember 2013

Cara Membuat Blog Bahasa Inggris

Dulu, ketika pertama kali membuat blog, saya sempat terpikir untuk memilih bahasa yang ingin saya gunakan. Pada waktu itu saya memilih untuk mencampur blog saya. Ketika saya ingin menulis dalam bahasa Indonesia, saya langsung posting dalam bahasa Indonesia. Nah, ketika saya ingin menulis blog dalam bahasa Inggris, saya langsung saja menulisnya. Belakangan hal itu menjadi cukup membingungkan karena malah isi blog menjadi campur aduk.

koma

Akhirnya, pada tahun 2010 saya mencoba membuat subdomain untuk memisahkan antara blog berbahasa Inggris dan blog berbahasa Indonesia. Saya menggunakan domain utama wahyu.com (belakangan saya menggunakan www.wahyu.com karena alasan teknis hosting) untuk postingan bahasa Inggris dan id.wahyu.com untuk postingan berbahasa Indonesia. Akhirnya setelah 3 tahun kemudian, pada bulan Nopember 2013, saya baru berhasil memindahkan postingan-postingan berbahasa Indonesia di www.wahyu.com ke id.wahyu.com dan saya membuat redirect 301 agar yang masih tersesat ke URL lama masih bisa ‘tertolong’ untuk menuju ke URL yang baru dengan isi posting yang sama.

Mengenai kemapuan grammar yang pas-pasan, menurut saya untuk menulis blog dalam bahasa Inggris atau bahasa apapun, ya tulis saja, tidak perlu takut grammar benar atau salah, meskipun kadang kesalahan grammar juga bisa berakibat fatal. Namun kepercayaan diri merupakan modal utama. Apalagi saya hidup bukan di tempat orang yang berbicara dengan bahasa Inggris, sehingga pasti ada saja kesalahan dan kesulitan untuk memeriksa kebenaran grammar.

Tetapi prinsip dasar suatu bahasa kan sepanjang penulis dan pembaca sepaham dengan maksudnya, berarti kan tidak ada masalah?

Senin, 23 Desember 2013

Tempat Cukur di Jayapura

Cukur atau potong rambut merupakan salah satu jasa yang diperlukan agar penampilan kita bisa lebih rapi. Nah, di Jayapura ini banyak sekali salon atau tempat cukur rambut yang tersedia, mulai dari cukur Madura sampai cukur ‘bermerek’ seperti Rudy Hadisuwarno yang memiliki beberapa gerai di Jayapura.

Tarif_Cukur

Salah satu favorit saya adalah cukur pria dari Madura, yang terletak di depan pintu masuk Gereja Katolik Paroki Kristus Juruselamat, Kotaraja. Tempat cukur ini buka dari pagi jam 9 sampai jam 9 malam. Harga Dewasa dipatok Rp. 30.000, dan anak-anak Rp. 25.000. Sempat pernah ada harga ABG, yaitu Rp. 28.000, namun belakangan tarif ABG tidak diberlakukan lagi.

Sesuai standar cukur Madura, kita akan dicukur sesuai dengan permintaan kita, dan saat finishing kita akan dicukur dengan menggunakan pisau silet yang baru. Hal ini karena pisau cukur merupakan salah satu media yang bisa menularkan berbagai penyakit, seperti HIV/AIDS. Ketika cukur sudah selesai, biasanya kita akan menerima pijatan di pundak dan kepala sebagai salah satu bentuk relaksasi setelah 15 menit tegang bersama mesin cukur.

Bisnis cukur rambut ini cukup menjanjikan. Rata-rata sehari pencukur memperoleh 15-30 job. Makanya, satah satu ‘hair stylist’ di tempat ini rela pensiun sebagai guru di Madura dan merantau ke Jayapura menjadi tukang cukur. Dari tarif yang diberlakukan, mereka melakukan bagi hasil dengan pemilik tempat, dengan pembagian 60:40. Bagian 60 adalah untuk pencukur, sedangkan 40 untuk pemilik tempat. Khusus untuk cukur kumis, 100 persen masuk kantong pencukur, atau mereka sebut sebagai ceperan. Maka tak heran biasanya ketika mereka mencukur, di akhir proses pencukuran, mereka akan berkata, “Kumis?”

Kamis, 19 Desember 2013

Transportasi Publik di Bandara Sentani Jayapura

Jayapura memiliki jalan yang terbatas, namun dengan kendaraan yang semakin banyak, jalanan menjadi macet. Salah satu yang bisa terlihat adalah ketika pertama kali tiba di Jayapura dengan menggunakan pesawat udara. Begitu mendarat di Sentani, kita akan disuguhi dengan banyaknya orang yang datang dan pergi melalui bandara ini. Jarak antara Bandara Sentani dengan Kota Jayapura adalah sekitar 40 km. Bagi orang yang berkunjung ke Jayapura, ketersediaan transportasi darat untuk menuju Kota Jayapura mutlak diperlukan. Berikut ini beberapa alternatif transportasi dari dan menuju Bandara Sentani.

Taksi Bandara

Airport_Taxi_Sentani_Loket

Ketika keluar di pintu kedatangan Bandara Sentani, akan nampak loket kecil yaitu loket airport taxi. Dengan memesan di loket tersebut, penumpang akan mendapatkan harga yang fix sesuai dengan tempat yang ingin dituju. Sebagai gambaran, untuk perjalanan dari Bandara Sentani ke Kota Jayapura tarif dipatok sekitar 350-400 ribu rupiah. Ada juga beberapa armada taksi tidak resmi yang beroperasi, tinggal tawar menawar saja dengan sopirnya. Biasanya penumpang tetap ada yang mengambil taksi tidak resmi karena sekalian ingin rental beberapa hari selama kunjungan di Jayapura. Armada yang tersedia mulai dari sedan sampai dengan minibus seperti Avanza-Xenia dan Innova.

Airport_Taxi_Sentani

Ojek

Ojek atau taxi motor tersedia di kawasan bandara dengan tarif yang bervariasi, mulai dari Rp. 10.000 untuk jarak dekat sampai dengan 100.000 untuk antar ke area Kota Jayapura. Ojek bisa menjadi alternatif untuk menerobos macet ketika cuaca cerah dan barang bawaan tidak terlalu banyak.

Taksi Angkutan Kota

Di jayapura, angkot disebut sebagai taksi. Untuk menggunakan angkot, tinggal keluar dari area bandara dan berjalan sekitar 100 meter ke perempatan pos Polisi Bandara. Tarifnya adalah Rp.3.000,- s.d. Rp. 5.000,- sekali jalan. Untuk menuju kota Jayapura memerlukan pergantian jalur sekitar 6 kali: Sentani-Expo Waena, Expo Waena-Abepura, Abepura-Entrop, Entrop-Terminal Mesran, Terminal Mesran-Kota Jayapura. Cukup dengan berdiri menunggu saja, biasanya taksi ini akan ada setiap 5 menit.

DAMRI Bandara

DAMRI_Sentani[3]

Nah, angkutan ini tersedia setiap jam. Perum DAMRI mengoperasikan 4 buah armada untuk melayani rute Bandara Sentani – Kota Jayapura dengan tarif Rp. 50.000 sekali jalan. Dengan hanya ada 4 armada, menurut saya ini masih kurang. Namun animo masyarakat untuk naik armada DAMRI ini juga masih sedikit, karena lebih banyak yang suka ke Bandara Sentani dengan kendaraan pribadi. Pemakaian kendaraan pribadi inilah salah satu yang menyebabkan terjadinya kemacetan seperti yang ada di awal tulisan ini.