Kamis, 29 April 2010

Sejarah Sepak Bola Dunia

Sehubungan dengan digelarnya Piala Dunia 2010, tidak ada salahnya kita mereview kembali sejarah sepak bola dunia, dan sejarah piala dunia sepak bola (FIFA World Cup).

2500 Sebelum Masehi
Cina Kuno, para peneliti telah menemukan awal menyebutkan sepak bola seperti permainan bola yang terbuat dari kulit binatang ditendang melalui celah di jaring membentang antara kedua jarak setinggi 30 kaki. Catatan menunjukkan bahwa Tsu chu dimainkan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun kaisar.

Sebelum Masehi
Roma, Yunani, Jepang, dan Italia memainkan permainan yang disebut "harpastum" yang mereka perkenalkan ke Inggris.

Elastisitas Permintaan dan Penawaran: Strategi Menurunkan dan Menaikkan Harga

Salah satu strategi bisnis terbaru dari Microsoft:

Steve Ballmer rela menerima margin keuntungan yang lebih rendah demi laba yang lebih tinggi.


Sebenarnya hitung-hitungan itu masuk dalam hukum ekonomi mengenai permintaan dan penawaran.
Jika saya menjual software di harga Rp. 1.000.000,- laku 10 unit, maka saya memperoleh pendapatan Rp. 10.000.000,-.
Jika saya menurunkan harga software menjadi Rp. 900.000, - laku 15 unit, maka saya memperoleh pendapatan Rp. 13.500.000,-

Senin, 26 April 2010

Menanam Bibit Cabai Bhut Jolokia dan Caribbean Red Habanero

Tunas Bibit Bhut Jolokia dan Caribbean Red Habanero

Beberapa waktu yang lalu ketika berdiskusi dengan Pastor Andreas Trismadi di Oksibil, Papua mengenai cabai yang pedas, saya menemukan beberapa spesies cabai dari Toraja, Manado, dan Flores memiliki kepedasan yang 'luar binasa'.

Kemudian setelah di Jogja, saya iseng mencari mengenai tingkat kepedasan suatu cabai, yang ternyata bisa dihitung secara ilmiah dengan ukuran Scoville Scale.

Saya menemukan bahwa cabai terpedas di dunia adalah Bhut Jolokia (a.k.a Naga morich, Naga Jolokia) Disebut juga cabai setan (ghost pepper), mungkin karena setan pun gak mau makan cabe itu karena pedas banget, atau mungkin yang makan cabai itu akan teriak-teriak mengusir setan.

Tingkat kepedasannya diklaim sebesar 1,001,304 SHU, dan masuk Guiness Book of Records tahun 2007. Walaupun akhirnya pada awal 2010 di Inggris ada yang mengklaim bahwa yang paling pedas adalah Infinity Chili yang diklaim memiliki 1,067,286 SHU.

Akhirnya saya membeli bibit Bhut Jolokia dan Caribbean Red Habanero di Internet. Bibit Naga Jolokia dikirim dari Amerika, dan Caribbean Red Habanero dikirim dari sebuah pertanian di Thailand. Setelah satu bulan, bibit tersebut datang dan saya semaikan. Saya belum tahu apakah karena kualitas bibit atau karena saya yang salah tanam, akhirnya rata-rata tingkat pertunasannya adalah 60 persen dari jumlah bibit yang saya tebar di tanah.

Setelah bibit ini tumbuh, saya letakkan di polybag dengan media tanam yang saya beli dari Trubus di Pasar Tlagareja, Jl. Godean. Jadi pembelian ini melewati 3 tahap:

Pertama, saya menantikan apakah paket dikirim. Akhirnya paket sampai setelah sekitar 1 bulan menunggu. Setelah paket sampai, kemudian saya menantikan apakah bisa tumbuh. Ternyata bisa tumbuh sekitar 60 persen. Setelah sebagian bisa tumbuh, saya menantikan apakah waktu panen nanti (sekitar 6 bulan) bibitnya sesuai dengan spesifikasi yang ditulis oleh penjual di Internet.

Semoga bibit yang saya tanam sesuai spesifikasi, dan bisa tumbuh dengan baik, agar nanti saya bisa undang teman-teman makan rujak di rumah.

Update 16 Oktober 2010:
Dikarenakan cuaca yang hujan terus, maka tumbuhan ini baru berbuah dengan sukses sebanyak 6 biji, namun kepedasannya masih kurang nendang, sehingga saya menyimpulkan: selain karena faktor jenis cabai, faktor cuaca juga menentukan tingkat kepedasan. Jika cuaca hujan, maka cabai yang dihasilkan menjadi kurang pedas.