Selasa, 03 Oktober 2006

Mbah Maridjan Effect - Rejeki Dari Lelaki Pemberani

Mungkin saya dan Anda semua yang di Indonesia dan punya kesempatan nonton siaran TV Indonesia, sering atau minimal pernah lihat iklan obat kuat Kuku Bima dari Sido Muncul, yang konon bisa bikin lelaki biasa menjadi lebih greng, yang dibintangi oleh Mbah Maridjan dan Chris John.

Siapa sangka kalau divisi promosi dan Sido Muncul berani untuk tampil beda dengan menampilkan tokoh Mbah Maridjan yang menurut saya cukup kontroversial. Bagaimana bisa seorang produser dan sutradara bisa melihat thin slicing (Baca "Blink" karya Malcolm Gladwell) untuk membuat korelasi antara lelaki pemberani dan Mbah Maridjan?

Mbah Maridjan ternyata memiliki branding sendiri di dalam pendefinisian arti lelaki pemberani. Ternyata lelaki pemberani tidak harus disejajarkan dengan kesan orang yang kekar dan kuat, seperti digambarkan sebagai orang yang berdada bidang dan perut six pack? Dalam segmen yang berbeda, Mbah Maridjan yang mungkin kalau dibilang sudah berumur, dan dalam usia yang demikian, dia mampu menembus tingkat impian lelaki sejati, yaitu menjadi lelaki pemberani, menjadi seorang hero.

Unik, menggelitik, namun berani inilah yang mungkin memiliki korelasi yang cukup kuat yang menancap di benak konsumen. Dan hasilnya? Penjualan Kuku Bima meningkat!

Sabtu, 09 September 2006

Don't Code Today What You Can't Debug Tomorrow

Judul ini sangat menggelitik saya, terutama membaca blognya Mas Ariya. Pertama kali nggak ngeh, mungkin sekedar plesetan dari peribahasa atau bagaimana. Namun demikian, setelah saya pikir, lama-lama hal itu ada benarnya juga.

Saya bekerja sebagai programmer dan saya sering mengalami suka duka dalam membuat dan merawat suatu aplikasi. Hal yang paling 'sulit pitik' yang paling sering saya alami adalah merawat dan mengelola ketika sistem itu sudah berjalan.
Membuat suatu program aplikasi memiliki seni tersendiri. Ada yang mengatakan bahwa programming merupakan "seni mendebug selembar kertas kosong". Mendebug selembar kertas kosong ternyata lebih mudah, karena yang kita pikirkan adalah bagaimana cara menulisi kertas kosong itu dengan ide-ide program yang ada pada otak kita. Tidak ada desain yang jelek, tidak ada masalah legal (misal ketika membuka kode orang). Semuanya dimulai dari nol.

Jumat, 08 September 2006

Menanyakan Relativitas Waktu

Alber Einstein menemukan teori relativitas waktu untuk benda-benda yang bergerak dengan kecepatan berbeda memiliki perbedaan waktu.

Kalau seorang astronot pergi naik pesawat ruang angkasa yang mencapai kecepatan 0.999 kali kecepatan cahaya maka 10 bulan bagi sang astronot sama dengan 18 tahun bagi manusia dibumi. Kalau waktu berangkat istri sang astronot baru melahirkan anak perempuan, maka setelah sang astronot pulang dari perjalanannya selama 10 bulan, ia dapati anak perempuannya telah menjadi gadis remaja umur 18 tahun.


Namun yang menjadi pemikiran saya bukanlah waktu yang semacam itu, namun waktu yang bersifat psikologis. Ada yang mengatakan waktu itu begitu cepat sehingga tidak terasa umurnya sudah 55 tahun, ada yang mengatakan begitu lambat karena menunggu sesuatu yang tidak kunjung datang.

Konon Einstein ketika ditanya mengenai relativitas waktu pernah menyatakan:

"When you sit with a pretty girl for an hour it seems like a minute, but when you are on a hot stove, a minute seems like an hour. That's relativity."

Ketika Anda duduk berduaan dengan gadis cantik, waktu sejam akan terasa semenit, tetapi bila Anda duduk di atas kompor panas maka semenit akan terasa sejam lamanya. Itulah relativitas.

Einstein rupanya sadar adanya perbedaan antara waktu fisik dengan waktu psikologis di balik ucapannya yang terkenal itu. Berandai-andai saja: apa yang akan terjadi dan rasakan bila kita berdua bersama gadis cantik, tetapi bersama-sama duduk di atas kompor yang membara?

Believe or not, believe ya monggo, not ya monggo, setiap detik yang kita miliki sangatlah berharga sehingga saya dan anda bisa memanfaatkan setiap waktu dalam hidup kita menjadi lebih optimal.
Source:
http://www.sahabatsurgawi.net/alkitab_ip/alkitab_ip_waktu.html
http://esaiei.blogspot.com/2006/01/mengapa-waktu-cepat-sekali-berlalu.html