Senin, 31 Agustus 2009

Kiamat Teknologi Informasi

Selama 2 dekade terakhir sejak boomingnya teknologi informasi yang merambah hampir ke semua orang di bumi, tidak terasa manusia sudah mulai ketergantungan dengan silikon (bukan yang dipakai Pamela lho).

Maksudnya silikon ini adalah yang digunakan untuk mebuat IC (Integrated Circuit) dan transistor yang sekarang ada didalam komputer, handphone, televisi, alat dapur, dan banyak peralatan elektronik lain yang menggunakan IC.

Lalu apa masalahnya? Ternyata hampir semua peralatan kita tidak terlindungi jika ada serangan Electromagnetic Bomb. Jadi bisa dipastikan jika ada yang memiliki alat seperti itu dan digunakan untuk melumpuhkan infrastruktur elektronik suatu wilayah, maka komunikasi elektronik wilayah itu akan lumpuh. Selain itu bisa dipastikan akan ada kerusakan data besar-besaran yang bisa mengakibatkan rontoknya sistem ekonomi (hancurnya database bank, website, bursa saham, BTS).

Lalu bagaimana solusinya? Dikarenakan saat ini masih dalam tahap penelitian rahasia, namun jika suatu saat terjadi, maka kita di Indonesia harus bersiap dengan kemungkinan itu. Beberapa diantaranya adalah:
  • Membuat data center backup yang tidak terjangkau EMP, misalnya di bawah tanah dalam kedalaman tertentu.

  • Membuat optical backup, karena jika dibackup dalam format magnetik (disket, hardisk, flasdisk, tape backup) kemungkinan akan rusak semua.

  • Kurangi ketergantungan dengan peralatan elektronik, perbanyak latihan pramuka (sandi morse, sandi bendera, sandi rumput).

  • Mengubah kembali dari era komunikasi dengan Facebook dan Twitter menjadi era komunikasi melalui njagong dan rewang.


Pemikiran yang mungkin 'nyleneh', tapi siapa yang akan mengira jika pada suatu hari hal itu akan terjadi?

Berburu Foto Hantu

Sejak tahun 2000 yang lalu saya sering main-main ke website untuk membaca artikel dan melihat sumber-sumber mengenai hal-hal yang belum saya ketahui.

Yang paling unik, sejak dulu teman-teman saya paling senang yang namanya mencari foto hantu. Di beberapa website memang tersedia foto-foto digital yang konon merupakan foto hantu.

Menurut salah seorang teman saya yang bekerja di dunia fotografi dari beberapa foto hantu itu memang ada yang sengaja dibuat dengan menggunakan trik kamera, namun ada juga beberapa foto hantu yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah.

Beberapa orang mencoba membuat kajian ilmiah mengenai fenomena foto hantu ini, salah satunya adalah International Ghost Hunters Society.

Dari segi ilmiah, hantu adalah energi yang tertinggal di dunia dan tidak bisa dihancurkan sama sekali. Secara garis besar ada 50% dari masyarakat yang percaya akan adanya hantu. Bagaimana dengan Anda?

Sumber yang bisa dibaca:
http://id.wikipedia.org/wiki/Hantu

Sabtu, 29 Agustus 2009

Meningkatkan Kemampuan Menulis dengan Twitter

Twitter sebagai salah satu perangkat microblogging ternyata bisa digunakan sebagai media untuk mengasah kemampuan menulis. Walaupun ruang yang disediakan hanya sebanyak 140 karakter (bukan 140 kata), namun keterbatasan itu bisa digunakan sebagai alat brainstorming dalam membangun suatu ide dan gagasan.

Keterbatasan Twitter yang hanya 140 karakter ini bisa mendorong untuk berusaha mencari kata-kata dan istilah baru yang lebih ringkas, namun dapat menjelaskan gagasan yang ingin disampaikan.

Sumber:
http://www.copyblogger.com/twitter-writing/