Jumat, 12 Oktober 2018

Menulis Blog Menggunakan Text to Speech

Dalam beberapa kesempatan, saya selalu mengatakan bahwa perkembangan teknologi itu harus dapat memudahkan penggunanya. Selain dapat mempercepat proses, the melukis seharusnya dapat memberikan hasil yang tepat sesuai dengan keinginan dari orang yang menggunakan teknologi tersebut. Perkembangan kecerdasan buatan menghasilkan berbagai macam teknologi yang diharapkan dapat melakukan sesuatu mirip dengan kemampuan manusia.

Salah satu teknologi yang bisa kita nikmati dengan pendekatan manusia adalah teknologi bicara ke teks (speech to text). Kita cukup bicara dengan bahasa yang kita mengerti, dan komputer akan menterjemahkannya ke dalam bentuk teks. Dengan demikian, pengguna tidak perlu terlalu berinteraksi dengan keyboard. Misalnya, saya menghasilkan teks yang Anda baca ini dengan menggunakan fitur dictation yang tersedia pada input dari Mac OS X.

Nah sekarang kita bicara mengenai masalah keamanan transaksi maupun keamanan penyampaian informasi. Dengan fitur speech to text ini, apabila seseorang melakukan penyadapan terhadap pembicaraan di suatu jaringan telepon, maka sistem akan dengan mudah untuk mendeteksi kata-kata yang dicari. Mungkin di jaman dulu aksi aksi Spionase yang terjadi dengan memata-matai pembicaraan di telepon dilakukan oleh operator yang selalu siap siaga untuk mendengar pembicaraan yang ingin disadap. Sekarang, pelaku hanya cukup menyediakan perangkat komputer yang melakukan perekaman pembicaraan, lalu mereka bisa mengubah pembicaraan ini ke dalam bentuk teks. Teks itu kemudian dianalisa dan dicari berdasarkan kata kunci tertentu yang dicari. Apabila kata kunci tersebut ditemukan, maka sistem bisa akan memberikan peringatan kepada operator.

Kalo saya sendiri tidak terlalu memikirkan hal itu, hanya saja saya hanya mencoba menulis tulisan ini dengan interaksi keyboard yang minimal. Jadi saya cukup bicara panjang lebar, dan komputer saya secara otomatis menuliskan ke dalam posting blog ini.

Keanehan yang saya alami ketika menggunakan fitur ini, yaitu saya menemukan bahwa komputer ini punya kecenderungan untuk menunda pekerjaan, karena waktu saya memberikan perintah untuk pindah baris baru dengan ENTER, ia malah menanggapi dengan menuliskan kata ENTAR.

Jumat, 03 Agustus 2018

Mencari Penerbangan ke Kabupaten Waropen


Mengunjungi Kabupaten Waropen memiliki tantangan tersendiri, karena tidak ada transportasi langsung baik darat, laut maupun udara dari ibukota Provinsi (Kota Jayapura) ke Waropen. Pengunjung harus transit melalui daerah lain seperti Biak, Nabire, dan Serui. Saat ini, Kabupaten Waropen memiliki bandara sepanjang 600 meter yang terletak di Botawa. Dengan panjang landasan yang terbatas ini, maka hanya pesawat kecil saja yang bisa mendarat di bandara ini.

Penerbangan ke Waropen dilayani dari Nabire dan dari Biak. Untuk penerbangan dari Nabire merupakan penerbangan subsidi dari Pemerintah yang pada tahun 2018 dilaksanakan dalam bentuk kerjasama dengan Dimonim Air dengan pesawat Twin Otter, dengan frekuensi 1 minggu sekali. Sementara itu, penerbangan dari Biak dapat ditempuh dengan menggunakan Susi Air, namun tidak memiliki jadwal yang tetap.

Solusi paling cepat untuk menuju Waropen adalah dengan menggunakan transportasi laut dari Serui dan Biak. Ada kapal cepat dari Biak dengan frekuensi 3 kali seminggu, sedangkan dari Serui setiap hari ada kapal maupun speedboat, baik yang reguler maupun yang dapat disewa (charter). Sebagai catatan, jika waktu bukan menjadi hal yang penting, maka bisa menggunakan kapal Pelni dari Jayapura ke Serui dengan biaya Rp.200 ribuan per orang dengan waktu tempuh sekitar 30 jam.

Pada tanggal 1 Juli 2018 yang lalu saya beserta tim melakukan perjalanan ke Waropen dari Jayapura. Kami naik pesawat Trigana Air IL-291 pukul 06.30 WIT dari Sentani (DJJ) dengan harga Rp.1,6 juta untuk penerbangan selama 1 jam 20 menit. Kami tiba di bandara Serui (ZRI) pada pukul 8.30 WIT, dilanjutkan dengan sewa mobil dari bandara ke kota yang ditempuh dalam wakyu 45 menit.

Di pelabuhan, kita bisa menyewa speedboat dengan waktu tempuh 45 menit dengan harga sewa Rp.1,2 - 1,5 juta atau kalau mau menunggu penumpang lain, bisa patungan Rp.150 - 250 ribu per orang. Selain speedboat, ada kapal kayu dengan biaya Rp.100 ribu per orang dengan waktu tempuh 2,5 - 3 jam tergantung cuaca. Kami akhirnya naik kapal kayu ini, karena pada hari minggu speedboat yang beroperasi sangat sedikit karena sebagian besar para motoristnya pulang ke kampung untuk ke gereja. Kami berangkat pukul 12.30 WIT dan tiba pukul 15.00 WIT di pelabuhan Waren.

Keluar dari pelabuhan Waren, kami belok kiri sejauh beberapa ratus meter dan tiba di Hotel Merpati Urfas Waropen untuk menginap, karena di Waropen hanya ada 2 penginapan, yaitu Hotel Merpati dan Hotel Kanaan. Hotel Merpati cukup nyaman karena memiliki pendingin udara dan juga air panas, serta TV kabel. Selain itu, di kompleks hotel terdapat mini market dan tempat makan.

Selasa, 06 Maret 2018

The Sinterklas Ceredote

Ketika kita membicarakan Sinterklas, biasanya yang terpikir adalah identik dengan kado Natal untuk anak-anak yang baik hati dan tidak nakal. Nah, bulan Maret ini bahas kado Natal? Tetapi, terlambat juga tidak apa-apa, karena tidak tahu kebetulan atau bagaimana, tiba-tiba terlintas di pikiran saya bahwa saya harus menulis dengan judul ini.


Jelas rencana saya mengenai hal ini akan menimbulkan kebingungan, karena dari 3 kata itu saja berasal dari 3 bahasa yang berbeda.

Sepertinya kata itu akan menjadi suatu judul yang menarik, namun saya masih perlu waktu untuk menggalinya lebih dalam. Artinya? Saya juga belum mencari artinya. Tulis dulu, urusan belakangan, siapa tahu dengan menulis ini ada petuah dari para Warganet.