Jumat, 03 Agustus 2018

Mencari Penerbangan ke Kabupaten Waropen


Mengunjungi Kabupaten Waropen memiliki tantangan tersendiri, karena tidak ada transportasi langsung baik darat, laut maupun udara dari ibukota Provinsi (Kota Jayapura) ke Waropen. Pengunjung harus transit melalui daerah lain seperti Biak, Nabire, dan Serui. Saat ini, Kabupaten Waropen memiliki bandara sepanjang 600 meter yang terletak di Botawa. Dengan panjang landasan yang terbatas ini, maka hanya pesawat kecil saja yang bisa mendarat di bandara ini.

Penerbangan ke Waropen dilayani dari Nabire dan dari Biak. Untuk penerbangan dari Nabire merupakan penerbangan subsidi dari Pemerintah yang pada tahun 2018 dilaksanakan dalam bentuk kerjasama dengan Dimonim Air dengan pesawat Twin Otter, dengan frekuensi 1 minggu sekali. Sementara itu, penerbangan dari Biak dapat ditempuh dengan menggunakan Susi Air, namun tidak memiliki jadwal yang tetap.

Solusi paling cepat untuk menuju Waropen adalah dengan menggunakan transportasi laut dari Serui dan Biak. Ada kapal cepat dari Biak dengan frekuensi 3 kali seminggu, sedangkan dari Serui setiap hari ada kapal maupun speedboat, baik yang reguler maupun yang dapat disewa (charter). Sebagai catatan, jika waktu bukan menjadi hal yang penting, maka bisa menggunakan kapal Pelni dari Jayapura ke Serui dengan biaya Rp.200 ribuan per orang dengan waktu tempuh sekitar 30 jam.

Pada tanggal 1 Juli 2018 yang lalu saya beserta tim melakukan perjalanan ke Waropen dari Jayapura. Kami naik pesawat Trigana Air IL-291 pukul 06.30 WIT dari Sentani (DJJ) dengan harga Rp.1,6 juta untuk penerbangan selama 1 jam 20 menit. Kami tiba di bandara Serui (ZRI) pada pukul 8.30 WIT, dilanjutkan dengan sewa mobil dari bandara ke kota yang ditempuh dalam wakyu 45 menit.

Di pelabuhan, kita bisa menyewa speedboat dengan waktu tempuh 45 menit dengan harga sewa Rp.1,2 - 1,5 juta atau kalau mau menunggu penumpang lain, bisa patungan Rp.150 - 250 ribu per orang. Selain speedboat, ada kapal kayu dengan biaya Rp.100 ribu per orang dengan waktu tempuh 2,5 - 3 jam tergantung cuaca. Kami akhirnya naik kapal kayu ini, karena pada hari minggu speedboat yang beroperasi sangat sedikit karena sebagian besar para motoristnya pulang ke kampung untuk ke gereja. Kami berangkat pukul 12.30 WIT dan tiba pukul 15.00 WIT di pelabuhan Waren.

Keluar dari pelabuhan Waren, kami belok kiri sejauh beberapa ratus meter dan tiba di Hotel Merpati Urfas Waropen untuk menginap, karena di Waropen hanya ada 2 penginapan, yaitu Hotel Merpati dan Hotel Kanaan. Hotel Merpati cukup nyaman karena memiliki pendingin udara dan juga air panas, serta TV kabel. Selain itu, di kompleks hotel terdapat mini market dan tempat makan.

Selasa, 06 Maret 2018

The Sinterklas Ceredote

Ketika kita membicarakan Sinterklas, biasanya yang terpikir adalah identik dengan kado Natal untuk anak-anak yang baik hati dan tidak nakal. Nah, bulan Maret ini bahas kado Natal? Tetapi, terlambat juga tidak apa-apa, karena tidak tahu kebetulan atau bagaimana, tiba-tiba terlintas di pikiran saya bahwa saya harus menulis dengan judul ini.


Jelas rencana saya mengenai hal ini akan menimbulkan kebingungan, karena dari 3 kata itu saja berasal dari 3 bahasa yang berbeda.

Sepertinya kata itu akan menjadi suatu judul yang menarik, namun saya masih perlu waktu untuk menggalinya lebih dalam. Artinya? Saya juga belum mencari artinya. Tulis dulu, urusan belakangan, siapa tahu dengan menulis ini ada petuah dari para Warganet.

Minggu, 04 Maret 2018

Family Toilet di Tempat Umum di Indonesia

Family toilet atau toilet untuk keluarga merupakan hal yang lazim di di Jepang. Namun demikian, toilet jenis ini jarang ditemukan di tempat umum di Indonesia. Salah satu tempat umum yang memiliki toilet keluarga yang saya ketahui sejauh ini adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali.


Sambil menunggu keberangkatan saya ke Jayapura dengan GA-652, saya mencoba merenungkan sendiri beberapa manfaat yang menurut saya dapat diperoleh dari toilet keluarga ini.

1. Keamanan
Di tempat umum, apabila kita membawa dan menjaga anak kecil, padahal di waktu yang sama kita merasakan panggilan alam untuk segera ke toilet, maka keberadaan toilet ini sangat penting karena kita tetap bisa melakukan hak dan kewajiban kita tanpa meninggalkan anak-anak tanpa dijaga. Di toilet keluarga terdapat kursi duduk untuk anak-anak yang bisa dilipat.

2. Kebersamaan
Keluarga yang hidupnya bersama-sama, biasanya akan memiliki pola makan yang mirip dan tentu saja jam biologis yang mirip, sampai dengan waktu untuk membersihkan sisa makanan yang tidak terserap oleh tubuh. Dengan demikian, toilet keluarga bermanfaat jika ingin bersama-sama melakukan ekskresi sisa makanan maupun sisa hasil metabolisme dari tubuh.

3. Komunikasi
Jika banyak keluarga melakukan komunikasi dan diskusi di meja makan, apa salahnya jika komunikasi juga dilakukan saat di toilet. Bahkan, saya menduga banyak ide-ide besar yang muncul dari orang-orang hebat yang muncul ketika sedang merenung di toilet. Sayangnya, banyak juga ide itu kemudian hilang sesudah keluar dari toilet. Dengan komunikasi, ide itu dapat dibagi ketika sama-sama dengan berada di toilet.

4. Luas dan Lega
Bagi orang yang memiliki ketakutan dengan tempat sempit atau claustrophobia dapat memanfaatkan toilet keluarga ini, karena ruangannya cukup luas.